Berita7 — Fenomena El Nino yang sedang berlangsung diperkirakan akan mencapai kekuatan historis, sebuah peringatan yang disampaikan oleh seorang pakar meteorologi terkemuka. Prediksi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi kekeringan ekstrem, banjir bandang, dan bencana terkait cuaca lainnya.
Tim Stockdale, pakar El Nino dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF), mengatakan berbagai model prediksi cuaca menunjukkan indikasi kuat menuju fenomena yang masuk kategori ekstrem.
“Saya rasa sangat tepat untuk mengatakan bahwa kita belum pernah melihat prediksi El Nino yang begitu kuat dan begitu konsisten di seluruh model perkiraan cuaca,” ujar Stockdale dalam sebuah pengarahan media.
Stockdale menambahkan bahwa akan menjadi kejutan besar jika fenomena kali ini gagal memecahkan rekor. “Saya memperkirakan ini akan memecahkan rekor, meskipun tentu tidak ada jaminan mutlak (dalam ramalan cuaca),” katanya.
Dinamika El Nino
El Nino terjadi karena lonjakan suhu permukaan air di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur ekuator. Perubahan suhu tersebut mengubah pola angin, tekanan udara, dan curah hujan secara global.
Siklus El Nino umumnya berulang setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan.
Konsekuensi Di Perkiraan
Menurut naskah peringatan, ketika efek alami El Nino berpadu dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia, dampaknya bisa menjadi jauh lebih merusak. Kombinasi ini sebelumnya tercatat berkontribusi pada rekor suhu global di tahun-tahun terakhir.
Di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, El Nino biasanya menurunkan curah hujan secara drastis. Akibatnya, negara-negara di kawasan kerap menghadapi kekeringan berkepanjangan, gagal panen massal, serta kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap tebal.
Imbauan Untuk Mitigasi
Peringatan para pakar ini menjadi sinyal bagi pemerintah dan sektor pertanian untuk segera menyiapkan strategi mitigasi bencana serta pengelolaan cadangan air nasional.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.