Jakarta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara (Jakut) berhasil menjaring 32 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar pada Minggu (23/2/2026) malam. Operasi gabungan ini menyasar berbagai elemen masyarakat jalanan, mulai dari pengamen berkostum unik, gelandangan, pemulung, hingga juru parkir liar atau ‘pak ogah’.
Puluhan PPKS Dibawa ke Panti Sosial
Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian, menyatakan bahwa seluruh PPKS yang terjaring langsung dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. “Total ada 32 orang PPKS yang terjaring dalam Operasi Pekat yang dilakukan bersama tim gabungan pada Minggu (23/2) malam,” kata Budhy, dilansir Antara, Senin (23/2/2026).
Dari 32 orang tersebut, sebanyak 17 PPKS dibawa ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua di Cipayung. Sementara itu, 15 PPKS lainnya diarahkan ke Suku Dinas (Sudin) Sosial Kota Jakarta Utara.
Rincian Penjangkauan di Berbagai Kecamatan
Operasi Pekat menyisir sejumlah titik di lima kecamatan di Jakarta Utara. Di Kecamatan Tanjung Priok, petugas beroperasi di Jalan Yos Sudarso, Jalan Enggano, Jalan Tenggiri, Jalan RE Martadinata, dan Taman Bahari. Di Jalan Yos Sudarso, dua orang ‘pak ogah’ diamankan.
Selanjutnya, di Kecamatan Penjaringan, operasi digelar di Jalan Pluit Karang Utara dan berhasil menjaring empat PPKS, terdiri dari tiga orang ‘pak ogah’ dan satu orang pemulung. Secara keseluruhan di lima lokasi tersebut, sembilan PPKS terjaring, meliputi empat orang telantar, satu gelandangan, satu pengamen, satu pedagang asongan, dan dua orang ‘pak ogah’.
Di Kecamatan Koja, penyisiran dilakukan di Kelurahan Lagoa, Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Raya Cilincing, Jalan Yos Sudarso, serta Jalan Cibanteng. Budhy mengungkapkan, tujuh orang pengamen diamankan di lokasi ini, termasuk pengamen yang mengenakan kostum pocong.
Sementara itu, di Kecamatan Cilincing, operasi berlangsung di Jalan Raya Cilincing, Jalan Kramat Raya, Jalan Sungai Landak, Jalan Tipar Cakung, serta Jalan Kelapa Hibrida Terusan Sukapura, dengan total tiga PPKS yang terjaring.
Di Kecamatan Pademangan, enam orang PPKS diamankan dari operasi di Jalan Gunung Sahari, Jalan Mangga Dua Raya, Jalan Lodan Raya, Jalan Lodan Timur, Jalan Benyamin Sueb, dan Jalan Budi Mulia. Terakhir, di Kecamatan Kelapa Gading, satu orang pemulung terjaring dalam operasi yang menyisir Jalan Boulevard Barat, Jalan Kelapa Nias, Jalan Boulevard Artha Gading, Jalan Boulevard Raya, dan Jalan Boulevard Utara.
Upaya Ciptakan Lingkungan Kondusif Selama Ramadhan
Budhy menjelaskan bahwa Operasi Pekat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadhan. “Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara,” tutur Budhy.
Operasi rutin ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.





