Berita

Operasi Pekat 2026: Polda Metro Catat Penurunan Angka Tawuran Signifikan

Advertisement

Polda Metro Jaya melaporkan hasil positif dari pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2026 yang berlangsung selama 15 hari. Dirsamapta Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, menyatakan adanya penurunan tren aksi tawuran yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan Angka Tawuran

“Jadi untuk aksi tawuran, selama tahun kemarin dengan saat sekarang ini, terjadi suatu penurunan yang cukup tinggi sebenarnya,” ujar Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026). Ia merinci, “Dari data yang ada, tahun sebelumnya itu kurang lebih sekitar 60, tapi untuk saat sekarang ini 35, hampir setengah. Itu bisa kita turunkan.”

Peningkatan Pengungkapan Barang Bukti

Meskipun angka tawuran menurun, Kombes Wahyu menyoroti adanya peningkatan dalam pengungkapan senjata tajam, minuman keras (miras), dan obat-obatan terlarang yang kerap menjadi pemicu aksi kekerasan.

“Tapi terkait dengan pengungkapan senjata tajam, terkait dengan miras, terkait dengan obat-obatan yang menjadi penyebab aksi tawuran, itu terjadi peningkatan yang cukup tinggi. Itu yang bisa kami sampaikan,” jelasnya.

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memaparkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. Barang bukti tersebut meliputi berbagai jenis senjata tajam, obat-obatan terlarang, dan botol minuman keras.

“Ada berbagai jenis senjata tajam, ada berbagai jenis obat-obatan, minuman keras. Ini kami jelaskan bahwa ada 225.280 butir obat terlarang, 20.802 botol minuman keras, dan 572 petasan,” terang Kombes Budi Hermanto.

Advertisement