Berita

Operasi Keselamatan 2026 Berhasil Tekan Angka Kematian di Jalan Raya Hingga 51,06%

Advertisement

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melaporkan keberhasilan signifikan dalam Operasi Keselamatan 2026 yang telah ditutup pada Senin (16/2/2026). Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyatakan bahwa selama 14 hari pelaksanaan operasi, angka fatalitas korban meninggal dunia di jalan raya berhasil ditekan secara drastis.

Penurunan Angka Fatalitas dan Kecelakaan

“Alhamdulillah, secara umum Operasi Keselamatan 2026 berhasil, berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di lapangan. Parameter paling membahagiakan adalah jumlah korban meninggal dunia turun drastis sebesar 51,06 persen jika dibandingkan periode sebelum operasi,” ujar Irjen Agus saat memaparkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Selain angka kematian, Irjen Agus juga memaparkan data penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara keseluruhan. Total kejadian kecelakaan tercatat turun sebesar 34,96 persen, yang berarti berkurang sebanyak 2.098 kejadian. Angka luka berat juga mengalami penurunan sebesar 23,04 persen, sementara luka ringan turun 33,17 persen.

Pendekatan Edukatif dan Humanis

Pencapaian ini diklaim tidak lepas dari masifnya kegiatan preemtif dan preventif yang digalakkan Irjen Agus melalui program ‘Polantas Menyapa dan Melayani’. Tercatat lebih dari 14,8 juta kegiatan edukasi telah dilakukan oleh personel di lapangan selama operasi berlangsung.

“Semangat melayani yang humanis telah menjadi urat nadi anggota di lapangan. Kita mengedepankan edukasi tanpa jarak kekasaan. Masyarakat tertib bukan karena takut, tapi karena sadar akan keselamatan. Inilah yang kita sebut mewujudkan jalan raya sebagai ruang peradaban,” tambah Irjen Agus.

Pemeriksaan Kelaikan Angkutan Umum Menjelang Mudik

Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Korlantas juga memberikan perhatian serius pada kelaikan angkutan umum. Melalui kegiatan check point di seluruh Polda, sebanyak 3.618 kendaraan telah diperiksa. Hasilnya, 93 persen kendaraan dinyatakan laik jalan.

Namun, Irjen Agus mencatat bahwa 7 persen atau 248 kendaraan dinyatakan tidak laik jalan. Temuan pelanggaran dominan meliputi tidak adanya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pemecah kaca yang hilang, hingga penggunaan ban yang sudah gundul.

Advertisement

“Kita pastikan angkutan umum yang beroperasi adalah angkutan yang berkeselamatan. Jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 143,91 juta orang, maka memastikan bus dan travel laik jalan adalah harga mati demi melindungi nyawa pemudik,” tegas Irjen Agus.

Peningkatan Penegakan Hukum Berbasis ETLE

Meskipun mengedepankan sisi humanis, penegakan hukum melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan ETLE Drone Patrol Presisi tetap mengalami kenaikan sebesar 25,96 persen. Hal ini menurut Irjen Agus merupakan bagian dari penguatan pola tindak yang objektif dan transparan.

“Peningkatan penindakan ini adalah bentuk keadilan bagi pengguna jalan yang tertib. Teknologi menjadi pendamping pendekatan humanis agar disiplin berlalu lintas tumbuh secara organik,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Irjen Agus menyampaikan bahwa hasil Operasi Keselamatan 2026 ini akan menjadi fondasi kuat sebagai bagian dari cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Korlantas Polri berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan stakeholder dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Keberhasilan ini adalah modal penting untuk menyongsong mudik Lebaran yang aman dan kondusif. Kami ingin masyarakat merasa Polantas adalah sahabat mereka dalam setiap perjalanan,” pungkas Irjen Agus.

Advertisement