Berita

Oknum TNI Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakarta Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan

Advertisement

Jakarta – Seorang pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI. Peristiwa ini menjadi viral di media sosial dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang beredar di media sosial, insiden penganiayaan ini dipicu oleh kesalahpahaman mengenai tujuan pengantaran seorang penumpang perempuan. Dalam unggahan yang viral, disebutkan bahwa korban dipukul menggunakan benda tumpul berupa besi, yang mengakibatkan luka pada pelipis matanya.

Tanggapan Pihak Kepolisian

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Kamis (5/2) dini hari dan telah ditangani oleh Polsek Kembangan.

“Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat,” ujar Budi saat dihubungi, Senin (9/2).

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya. “Penanganan perkaranya saat ini masih terus berlangsung. Terkait informasi terduga pelaku, hal itu masih didalami dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Advertisement

Klarifikasi Terduga Pelaku

Muncul informasi dalam postingan viral yang menyebutkan pelaku adalah anggota Paspampres. Namun, Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres), Kolonel Inf Mulyo Junaidi, membantah hal tersebut.

Menurut Kolonel Junaidi, pelaku yang teridentifikasi berinisial Kapten Cpm A, bukanlah anggota Paspampres melainkan anggota Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI. “Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma,” kata Junaidi saat dimintai konfirmasi terpisah.

Ia menegaskan bahwa kasus ini sepenuhnya ditangani oleh Mabes TNI. “Sudah kami klarifikasi, (terduga pelaku) Kapten Cpm A, anggota Denma Mabes,” ujarnya.

Redaksi telah berupaya meminta tanggapan dari pihak Mabes TNI terkait kejadian ini, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi yang diterima.

Advertisement