Berita

Oknum TNI AL Diduga Aniaya Warga Depok, Polisi Periksa 12 Saksi dan Klarifikasi Dugaan Transaksi Ilegal

Advertisement

Polisi masih mendalami kasus penganiayaan yang menewaskan seorang warga berinisial WAT (24) dan melukai DN (39) di Tapos, Depok. Oknum anggota TNI AL, Serda M, diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, 12 saksi telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Klarifikasi Dugaan Transaksi Ilegal

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengklarifikasi informasi awal yang sempat beredar mengenai dugaan keterlibatan korban dalam transaksi ilegal. Menurut Made, informasi tersebut belum terbukti kebenarannya dan disampaikan dalam kondisi yang terlalu dini serta minim data pendukung.

“Sehubungan dengan informasi yang sebelumnya disampaikan kepada publik, Humas Polres Metro Depok meralat pernyataan terkait dugaan keberadaan para korban di lokasi kejadian yang disebut-sebut berkaitan dengan transaksi ilegal,” ujar Made Budi kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, “Setelah dilakukan pendalaman, informasi tersebut belum terbukti kebenarannya dan disampaikan dalam kondisi yang masih terlalu dini serta minim data pendukung.”

Atas ketidakakuratan informasi tersebut, Humas Polres Metro Depok menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan masyarakat. Made Budi menegaskan komitmen Polres Depok untuk mengungkap kasus ini secara cermat dan akurat berdasarkan fakta hasil penyelidikan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Jumat (2/1) dini hari di wilayah Sukatani, Tapos, Depok. Kedua korban diduga dianiaya saat berada di dalam mobil boks. Akibat penganiayaan tersebut, korban berinisial WAT meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Brimob Kelapa Dua, Kota Depok. Sementara itu, korban DN masih dalam perawatan intensif.

Advertisement

TNI AL Berikan Respons

Di sisi lain, Kadispen TNI AL Laksma Tunggul menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang melibatkan oknum anggotanya. Ia menyayangkan insiden tersebut bisa terjadi.

“TNI AL menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban terkait insiden penganiayaan yang terjadi,” ungkap Tunggul.

TNI AL menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional. Serda M saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer Kodaeral III.

“TNI AL menyayangkan terjadinya insiden ini dan menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional serta akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” imbuh dia. “Saat ini, Serda M sedang menjalani proses pemeriksaan intensif atas perbuatannya secara hukum militer,” tutupnya.

Advertisement