Fraksi Partai NasDem di Komisi III DPR RI menegaskan dukungannya agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah kendali langsung Presiden. Selain itu, NasDem juga mendorong institusi Polri untuk melakukan perbaikan mendasar pada kultur dan strukturnya.
Perbaikan Kultur dan Empati
Kapoksi NasDem Komisi III DPR RI, Machfud Arifin, menyampaikan pandangannya dalam Rapat Kerja dengan Kapolri di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (26/1/2026). Ia menekankan pentingnya perubahan kultur di tubuh Polri.
“Terkait kultur dan struktur itu saya yakin sudah, struktur dan instrumen sudah cukup pak, polisi jalankan melayani mengayomi masyarakat sudah masuk surga pak,” ujar Machfud Arifin. Ia kemudian menyoroti kasus-kasus di masa lalu yang dinilainya menghukum masyarakat atas persoalan sepele. Sebagai contoh, ia menyebutkan kasus seorang pencuri kayu di Jawa Timur yang divonis 1,5 tahun penjara.
“Ini perlu dibentuk pendidikan mengubah kultur di pendidikan yaitu mulai dari bintara, Akpol, dan sebagainya untuk empati dan ngerti keberadaan hukum untuk kepentingan manusia, bukan manusia untuk hukum,” tegasnya.
Dukungan Posisi Polri
Lebih lanjut, Machfud Arifin kembali menegaskan sikap Fraksi NasDem terkait posisi Polri saat ini.
“Kami dari Fraksi NasDem setuju Kapolri tetap di bawah langsung Presiden,” pungkasnya.






