Berita7 — Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar berinisial KL panen sayur sawi hijau dan terung ungu di lahan pertanian yang dibuka di area lapas beberapa bulan terakhir. KL tampak antusias saat mencabut tanaman yang ia semai dan rawat sendiri hingga tumbuh subur.
Panen dilakukan dengan cara tradisional: KL dan rekan-rekan napi mencabut sayur menggunakan tangan telanjang. Saat ditimbang, total berat sawi mencapai 14 kg dan terung ungu 17 kg.
“Ada kesenangan tersendiri saat sayuran yang kami tanam dan rawat bisa dipetik hasilnya,” ujar KL, di lokasi pada Rabu (15/7/2026).
KL menyebut ini pengalaman pertamanya menanam, merawat hingga memanen sayur. Pengetahuan hortikultura yang diperolehnya akan menjadi bekal setelah bebas nanti.
Pendampingan Petugas
“Petugas secara aktif mendampingi Warga Binaan mulai dari tahap pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen,” jelas Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Lapas Takalar, Rizal, pada kesempatan yang sama.
Rizal mengatakan tujuan pendampingan adalah agar Warga Binaan memahami setiap tahapan budidaya secara benar sehingga mampu menghasilkan panen berkualitas dan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
Pemanfaatan Hasil Panen
Puluhan kilogram sayur yang dipanen akan diolah untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di dapur Lapas Takalar. Kelebihan panen akan dibagikan ke warga sekitar lapas melalui kegiatan bakti sosial.
“Ini juga merupakan bentuk nyata dukungan Lapas Takalar terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang kemandirian pangan,” ujar Kepala Lapas Takalar Andi Gunawan.
Ikuti Berita7
