Berita

Modus Kredit Bank Dibongkar, Polisi Jatim Sita Uang Palsu Rp 5 Miliar

Advertisement

Trenggalek – Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, berhasil membongkar praktik penipuan berkedok fasilitasi pengajuan kredit perbankan. Dalam operasi ini, petugas menyita tiga koper berisi uang palsu senilai Rp 5 miliar.

Kronologi Penipuan

Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika korban berinisial WA, warga Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, diperkenalkan dengan dua tersangka pada 14 Januari lalu. Kedua pelaku, AK alias Gus Alfi (51) dari Pasuruan dan MR alias Weldan (43) dari Wonosobo, Jawa Tengah, mengaku dapat membantu memfasilitasi pencarian modal dari salah satu bank.

“Saat itu tersangka mengaku bisa memfasilitasi pengajuan pencarian modal dari salah satu bank,” kata Herli dilansir detikJatim, Jumat (13/2/2026).

Korban awalnya tertarik untuk mengajukan modal usaha sebesar Rp 1 miliar. Pelaku kemudian meminta uang administrasi sebesar Rp 100 juta. Setelah korban menyetujui, pelaku kembali merayu korban dengan tawaran modal yang lebih besar, yaitu Rp 5 miliar, dengan syarat tambahan administrasi sebesar Rp 60 juta.

Advertisement

Uang Palsu Rp 5 Miliar Ditunjukkan

Tersangka MR kemudian mendatangi rumah korban WA sambil membawa tiga koper yang diklaim berisi uang tunai Rp 5 miliar, baik dalam bentuk rupiah maupun dolar. Pelaku menunjukkan selembar uang yang kemudian disinari dengan sinar ultraviolet. Tanda ‘ASET 1.0.1’ muncul pada uang tersebut.

Pelaku MR mengklaim tanda tersebut dapat dihilangkan, namun memerlukan biaya tambahan sebesar Rp 50 juta. Kecurigaan korban terhadap modus pelaku akhirnya mendorongnya untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Penangkapan Pelaku dan Penyitaan Barang Bukti

Berdasarkan laporan korban, polisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa tiga koper berisi tumpukan kertas yang diserupai uang senilai Rp 5 miliar, rekening koran, kartu ATM, dan sejumlah telepon genggam.

Advertisement