Berita7 — JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono berencana menambah modul edukasi mengenai kandungan gizi dalam program makan bergizi gratis (MBG) untuk anak sekolah. Modul tambahan ini nantinya akan diberikan melalui Sistem Pangan Pokok Gizi (SPPG).
Rencana ini disampaikan Sudaryono setelah meninjau pelaksanaan MBG di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (24/7/2026). Ia mengapresiasi sekolah tersebut yang telah mengajarkan tata krama sebelum makan kepada para siswa.
“Rencana kami dari BGN juga akan menambahkan nanti ada tambahan modul ya kepada SPPG untuk kepada pelaksana di sekolah supaya selain diajarin tata krama tadi ya, cuci tangan apa yang sudah bagus, itu tetap dilanjutkan sama menjelaskan kandungan gizinya,” ujar Sudaryono kepada wartawan.
Sudaryono menjelaskan bahwa modul tersebut akan menguraikan pentingnya makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak, yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang mereka. Ia mencontohkan pentingnya mengonsumsi sayuran.
“Kenapa makan sayur itu penting misalnya, itu juga nanti kita akan, akan menjelaskan kepada anak-anak. Ingat, mungkin kita dewasa, kita mungkin banyak yang lupa dulu kita waktu anak-anak. Hal kecil, kecil, kecil waktu anak-anak tuh kemudian menjadi penting di saat kita dewasa. Kalau di saat anak-anak kita dulu senang sayuran, ya kita akan terus senang sayuran,” tuturnya.
Sudaryono menegaskan bahwa program MBG adalah penyediaan makanan bergizi gratis. Meski demikian, ia mengatakan bahwa para pelaksana SPPG juga berupaya membuat porsi makanan menjadi lebih enak dan mencukupi.
“Makanya sekali lagi ini bukan makan enak gratis, bukan makan yang disukai gratis, bukan. Tapi ini makan bergizi gratis. Diusahakan enak dan diusahakan memang porsinya juga sesuai, gitu. Tapi kan bukan berarti kemudian makan yang dimaui gratis, bukan. Tapi makan bergizi gratis. Kita mendengarkan apakah dari menunya, dari penyajiannya, dan lain-lain, kita harus prima ya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sudaryono mematangkan koordinasi dengan dinas terkait di daerah agar komunikasi mengenai MBG dapat berjalan lancar. Ia berjanji akan memfasilitasi komunikasi antara daerah dan BGN.
“Kami juga nanti akan membuka lebih jauh bagaimana keterlibatan Dinas atau Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan, kementerian pendidikan, dinas pendidikan, dan seterusnya agar kita ini sinkron. Mohon maaf barangkali kalau yang lalu-lalu ada sumbatan-sumbatan komunikasi, setelah ini Insyaallah di bawah kepemimpinan saya sumbatan komunikasi itu harusnya tidak ada lagi,” katanya.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.