Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi capaian tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 79,9 persen. Menurutnya, angka tersebut merupakan bukti nyata bahwa mayoritas publik memberikan apresiasi atas kinerja Presiden Prabowo.
Data survei nasional Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada periode 15-21 Januari 2026 menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto. Angka kepuasan ini merupakan akumulasi dari responden yang menyatakan ‘Cukup Puas’ sebesar 66,9 persen dan ‘Sangat Puas’ sebesar 13 persen.
“Secara data, totalnya adalah 79,9 persen. Namun, jika kita melihat pembacaan optimis dengan penambahan margin of error sebesar 2,9 persen, maka angka kepuasan publik ini secara nyata mencapai 82,2 persen,” ujar Maruarar kepada wartawan pada Minggu (8/2/2026).
Pria yang akrab disapa Ara ini menilai, tingginya approval rating Presiden tidak lepas dari persepsi positif masyarakat terhadap kondisi keamanan dan penegakan hukum. Data survei menunjukkan bahwa kondisi penegakan hukum lebih banyak dinilai ‘Baik/Sangat Baik’. Demikian pula dengan kondisi pemberantasan korupsi yang mayoritas dinilai positif oleh publik.
Maruarar juga menyoroti peran Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai motor penggerak kepercayaan publik. Ia menilai keberanian Kejagung mengekspos hasil penindakan korupsi senilai Rp 6,6 triliun di hadapan Presiden menjadi salah satu poin krusial yang direspons positif oleh publik.
“Kepuasan terhadap Presiden ini ditopang kuat oleh penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang konsisten. Kejaksaan Agung di bawah arahan Presiden telah menunjukkan performa luar biasa. Contohnya, aksi menunjukkan tumpukan uang Rp6,6 triliun hasil korupsi, itu disetujui oleh lebih dari 70 persen masyarakat yang tahu kasusnya,” tegas Maruarar.
Berdasarkan data survei, sebanyak 50,2 persen publik mengetahui aksi Kejagung yang memamerkan uang Rp 6,6 triliun hasil sitaan korupsi. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sekitar 70,7 persen (gabungan setuju 62,6% dan sangat setuju 8,1%) memberikan dukungan penuh.
“Masyarakat ingin bukti nyata, bukan sekadar kata-kata. Langkah transparan Kejaksaan ini membuat publik yakin bahwa korupsi benar-benar diberantas hingga ke akar-akarnya, dan itulah yang membuat rakyat sangat puas pada kepemimpinan Presiden saat ini,” ucapnya.






