Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memberikan pesan tegas kepada seluruh jajarannya mengenai pentingnya kinerja dan pelayanan publik yang sesungguhnya. Ia menggunakan kiasan “Jangan terlihat melek, tapi ternyata tidur” untuk menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan nyata dalam menjalankan tugas negara.
Makna Kiasan ‘Melek tapi Tidur’
Dalam arahannya saat memimpin Panen Raya Serentak yang terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (15/1/2026), Menteri Agus menjelaskan bahwa ‘melek’ diartikan sebagai keterbukaan terhadap tugas, tanggung jawab, dan permasalahan yang ada. Sebaliknya, ‘tidur’ berarti menutup mata terhadap realitas tersebut.
“Jangan cuma kelihatan melek ya. Karena banyak yang melek, tapi tidur. Ada yang tidur tapi melek,” ujar Menteri Agus, menekankan perbedaan antara penampilan luar dan kinerja sesungguhnya.
Tumbuh Kembang sebagai Abdi Negara
Menteri Agus menilai bahwa seseorang dianggap benar-benar hidup jika terus menumbuhkembangkan dirinya. Ia mengingatkan jajaran pegawai Kemenimipas untuk menyadari peran mereka sebagai abdi negara yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tahu maksudnya kan? Jangan cuma hanya kelihatan hidup, tapi harus benar-benar hidup. Kalau hidup itu tumbuh dan berkembang. Jadi tolong di sisa perjalanan waktu kita, manfaatkan, lakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tegasnya.
Kontribusi Nyata, Bukan Sekadar Komentar
Menteri Agus mengajak jajarannya untuk lebih banyak melakukan hal positif yang membawa perubahan bagi masyarakat selama masa pengabdian. Ia menyayangkan jika ada yang justru sibuk berkomentar negatif mengenai instansi tempat mereka mengabdi setelah pensiun, padahal saat masih aktif tidak melakukan apa-apa.
“Jangan nanti kalau sudah pensiun baru banyak ngomong, padahal pada saat dia belum pensiun tidak mau melakukan apa-apa,” tuturnya.
Kesadaran Berkontribusi dari Hal Kecil
Menteri Agus mewanti-wanti agar jajaran Kemenimipas, baik di tingkat pusat maupun wilayah, memiliki kesadaran untuk berkontribusi kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kontribusi tersebut dapat dimulai dari hal-hal kecil.
“Jadi rekan-rekan masih menggunakan seragam dan amanah jabatan yang dititipkan oleh Yang Maha kuasa kepada kita, lakukan apa yang bisa kita lakukan. Walaupun itu hal kecil, selama bisa memberikan solusi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat,” pungkas Menteri Agus.






