Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menekankan pentingnya peran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam membina narapidana agar siap kembali ke masyarakat. Ia menegaskan bahwa tugas utama pemasyarakatan adalah mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, bukan sekadar memberikan hukuman.
Fokus Pembinaan dan Rehabilitasi
Menteri Agus menyoroti tanggung jawab besar yang diemban oleh badan pemasyarakatan (bapas). Mengutip situs Ditenpas, Jumat (16/1/2026), bapas memiliki fungsi krusial dalam penelitian kemasyarakatan (litmas), pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan klien pemasyarakatan. Klien pemasyarakatan mencakup mereka yang menjalani reintegrasi sosial setelah proses peradilan, seperti pembebasan bersyarat (PB) atau diversi anak.
“Kepala bapas juga memiliki tanggung jawab yang besar, sejalan dengan KUHP dan KUHAP yang baru dijalankan. Ini akan menjadi tugas rekan-rekan sekalian untuk bisa terus mengembangkan program pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan, untuk siap mereka kembali ke masyarakat,” ujar Menteri Agus saat memberikan arahan di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (15/1).
Pemasyarakatan Berbeda dengan Penghukuman
Menteri Agus menegaskan bahwa tugas pemasyarakatan tidak berkaitan dengan pemberian hukuman. Menurutnya, urusan penghukuman merupakan kewenangan aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Urusan penghukuman dilaksanakan oleh teman-teman APH dari mulai kepolisian, kejaksaan, teman-teman dari KPK, kementerian/lembaga yang memiliki kewenangan penyidikan. Tapi setelah seseorang mendapatkan kekuatan hukum yang tetap atas hukuman yang mereka terima, selanjutnya, tugas kita untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat,” jelas Menteri Agus.
Ia kembali menekankan, “Tugas kita mempersiapkan mereka untuk siap kembali ke masyarakat.”
Pemberdayaan Narapidana dan Klien Pemasyarakatan
Menteri Agus juga mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas program pemberdayaan narapidana. Ia mengimbau pemanfaatan optimal balai latihan kerja (BLK) untuk narapidana.
“Saat ini sudah banyak program balai latihan kerja yang sudah dibuat. Tentunya ini bisa rekan-rekan amati, tiru, modifikasi, gunakan, kembangkan. Bukan hanya untuk di lingkungan rekan-rekan, tapi juga untuk bisa menggandeng para pelaku usaha di daerah,” ucapnya.
Sebelumnya, saat memberikan pengarahan kepada para kepala unit Ditjenpas dan Imigrasi se-Jawa Tengah di Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jateng, Semarang, pada Selasa (17/6/2025), Menteri Agus juga menekankan pentingnya pemberdayaan narapidana agar berdayaguna.
Ia memerintahkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi untuk memberikan penghargaan berupa remisi tambahan kepada warga binaan yang berkontribusi pada pengembangan potensi narapidana lain. Kebijakan ini diharapkan menjadi acuan bagi para kepala lembaga pemasyarakatan (kalapas) agar warga binaan dapat lebih cepat mencapai proses pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat.
“Saya juga minta Pak Dirjen untuk merumuskan remisi tambahan kepada warga binaan, yang memberikan kontribusi positif bagi pemberdayaan dan pengembangan potensi yang ada di lapas maupun rutan. Jadi silakan dirumuskan sehingga ini bisa menjadi acuan rekan-rekan untuk secepatnya kita bisa berikan remisi tambahan kepada warga binaan,” kata Menteri Agus kala itu.
Gagasan Ketahanan Pangan dan Peluang Ekonomi
Salah satu gagasan inovatif Menteri Agus dalam pemberdayaan napi adalah program Ketahanan Pangan, yang menyelaraskan tugas pokok Pemasyarakatan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto.
Dalam program ini, napi dan klien pemasyarakatan ditawari kegiatan pembinaan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, dengan imbalan premi pada setiap musim panen.
Lebih lanjut, Menteri Agus mendorong BLK untuk menghasilkan produk yang sesuai standar pasar. Hal ini bertujuan agar karya para penghuni lapas atau bapas memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi tabungan mereka.
Sebagai contoh kesuksesan, Lapas Kelas I Cirebon berhasil mengekspor 750 lembar produk coco shade buatan belasan napi ke Spanyol, yang setara dengan satu kontainer.






