Berita7 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan lima pesan kunci kepada Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 DNIKS. Pesan-pesan ini disampaikan di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, sebagai panduan penguatan peran DNIKS sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Acara peringatan HUT ke-59 DNIKS mengusung tema ‘Ikut Memajukan Kesejahteraan Umum’. Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadir didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Ketua Umum DNIKS Effendy Choirie, serta jajaran Kementerian Sosial, organisasi sosial, dan mitra kesejahteraan sosial.
Dalam sambutannya, Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, mengingatkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kemajuan yang telah dicapai Indonesia namun masih dihadapkan pada pekerjaan rumah besar berupa kesenjangan. “Ada keberhasilan kita, tetapi juga ada PR besar kita, yaitu mengenai kesenjangan. Setidak-tidaknya ada tiga, yakni kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, kualitas pendidikan yang belum merata, serta pengangguran dan keterbatasan lapangan pekerjaan,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan bahwa Presiden kerap mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk meneguhkan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945, sebagai landasan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Tugas Kementerian Sosial, lanjutnya, adalah mengeksekusi amanat tersebut melalui penyelenggaraan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan untuk mendukung pencapaian SDGs, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembangunan yang inklusif. Ia kemudian menyampaikan lima pesan utama kepada DNIKS.
Lima Pesan Kunci untuk DNIKS
Pesan pertama adalah memperkuat kualitas data kesejahteraan sosial. Gus Ipul menekankan pentingnya seluruh intervensi sosial berbasis data yang akurat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “DNIKS harus juga ikut peduli untuk menghadirkan data yang akurat. Sejak tahun 2025 kita memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Tugas Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah dan kementerian lain adalah membantu pemutakhiran data tersebut,” katanya.
Pesan kedua adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Gus Ipul menilai masih banyak LKS yang belum memiliki standar kelembagaan, SDM, maupun sarana prasarana yang memadai. “Saya ingin DNIKS membantu supaya Lembaga Kesejahteraan Sosial ini profesional dan melayani pemerlu pelayanan sosial dengan kualitas yang baik serta berstandar nasional,” ujarnya.
Selanjutnya, pesan ketiga adalah mendorong akreditasi LKS secara lebih luas untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mencegah penyimpangan dalam penyelenggaraan layanan sosial. “Oleh karena itulah saya juga meminta DNIKS untuk mendorong adanya akreditasi LKS di seluruh Indonesia untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap LKS-LKS dan memitigasi adanya penyimpangan-penyimpangan,” kata Gus Ipul.
Pesan keempat adalah meminta DNIKS terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha, lembaga filantropi, dan berbagai pemangku kepentingan agar penyelenggaraan kesejahteraan sosial semakin berkelanjutan.
Terakhir, pesan kelima adalah mendorong lahirnya berbagai inovasi program yang adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga manfaat layanan sosial dapat semakin dirasakan masyarakat.
Peran DNIKS dan Kolaborasi
Ketua Umum DNIKS Effendy Choirie menyatakan bahwa selama 59 tahun, DNIKS telah menjadi mitra strategis Kementerian Sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sekaligus menaungi berbagai organisasi sosial di Indonesia. “Ternyata DNIKS punya sejarah yang lumayan panjang. Punya peran yang lumayan panjang untuk menjadi mitra Kementerian Sosial sejak kelahirannya. Oleh karena itu, sampai hari ini menjadi mitra dan sekaligus melakukan inovasi dan kreasi-kreasi sehingga tidak selalu bergantung kepada Kementerian Sosial,” ujarnya.
Effendy menambahkan bahwa momentum HUT ke-59 menjadi kesempatan untuk memperkuat konsolidasi organisasi kesejahteraan sosial hingga ke daerah melalui BK3S (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) dan LKKS (Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial). Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi bersama pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan sosial. “Melalui forum ini saya mengajak kita membangun kolaborasi. Kolaborasi untuk pemberantasan kemiskinan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan Indonesia,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa program-program pemerintah saat ini berfokus pada masyarakat miskin dan desa sebagai ujung tombak pemerataan ekonomi. “Semua program Bapak Presiden yang disasar utamanya adalah masyarakat di level bawah. Karena itu Kementerian Desa bersama Kementerian Sosial harus terus bersinergi mempercepat pengentasan kemiskinan,” tutup Ahmad Riza Patria.
Rangkaian acara peringatan HUT ke-59 DNIKS ditutup dengan pemotongan tumpeng, yang melambangkan rasa syukur sekaligus komitmen untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat dalam memajukan kesejahteraan umum.
Ikuti Berita7
