— JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik untuk para korban konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirim langsung dari Gudang Sentra Effata Kupang menuju Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur pada hari ini.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. “Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar penanganan terhadap warga terdampak berjalan cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Konflik sosial yang melibatkan warga Desa Narasoina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, terjadi pada Sabtu (18/7). Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, tercatat sebanyak 20 rumah, satu tempat usaha, dan satu unit sepeda motor mengalami kerusakan.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, dan Polri telah bergerak cepat ke lokasi untuk menghentikan konflik. Upaya dilakukan melalui pendekatan persuasif serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif.

Gus Ipul menegaskan bahwa Kementerian Sosial memberikan dukungan penuh terhadap penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Kemensos juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi dengan pengiriman bantuan logistik.

Bantuan yang disalurkan meliputi 200 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket lauk pauk siap saji, 50 lembar kasur, 50 lembar selimut, 50 paket perlengkapan anak (kidswear), 50 paket perlengkapan keluarga (family kit), 50 paket sandang dewasa, serta satu unit tenda serbaguna.

Selain penyaluran bantuan, Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur juga telah melakukan asesmen dan pendataan dampak konflik. Korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat, dan koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan dalam penanganan di lapangan.

Pemerintah daerah saat ini sedang memproses Surat Keterangan Tanggap Darurat (SKTD). Verifikasi dan validasi data korban meninggal dunia maupun korban luka sedang dilakukan sebagai dasar pengajuan santunan kepada Kementerian Sosial.

Situasi di lokasi konflik masih terus dipantau oleh aparat keamanan. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri berupaya melakukan mediasi dan mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Gus Ipul berharap agar seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian secara damai dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat penegak hukum. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, menjaga persaudaraan, dan mempercayakan penyelesaian persoalan kepada pemerintah dan aparat yang berwenang. Semoga situasi segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” pungkasnya.