Banjarmasin – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa sekolah rakyat memiliki peran krusial lebih dari sekadar menampung anak putus sekolah. Ia menyatakan institusi pendidikan ini menjadi jembatan penting bagi keluarga kurang mampu untuk meraih perubahan nasib yang lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat meresmikan 166 sekolah rakyat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026). Menurutnya, kehadiran sekolah rakyat telah menumbuhkan harapan baru bagi banyak keluarga kurang mampu.
“Sekolah rakyat berfungsi sebagai jembatan masa depan dan mengubah nasib dari keluarga-keluarga kurang mampu,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Sosial aktif menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan minat dan bakat para peserta didik sekolah rakyat, termasuk melatih potensi kewirausahaan.
“Sekolah rakyat dirancang berkelanjutan. Anak-anak tidak berhenti di bangku sekolah tapi terus dibimbing agar memiliki pendidikan yang lebih tinggi atau tumbuh menjadi pekerja terampil dan wirausaha yang mandiri,” jelasnya.
Bagi siswa yang menunjukkan potensi akademik, Gus Ipul mengungkapkan adanya kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk memberikan pendampingan.
“Kami telah bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga di antaranya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Tekonologi untuk mendampingi dan membimbing masuk perguruan tinggi dan mendapatkan beasiswa,” tuturnya.
Selain itu, sekolah rakyat juga menjalin kolaborasi dengan kementerian lain serta sektor swasta untuk membuka pelatihan di bidang usaha. Langkah ini bertujuan menyiapkan lulusan yang tidak hanya terampil secara akademik, tetapi juga berpotensi menjadi pengusaha mandiri.
Gus Ipul meyakini bahwa serangkaian langkah strategis ini akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi peserta didik tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga.
“Tidak hanya anaknya yang tumbuh dan lulus, tapi sesuai harapan Bapak Presiden, keluarganya pun ikut berdaya dan naik kelas,” pungkas Gus Ipul.






