— Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat adalah anak berharga yang memiliki bakat dan keunikan masing-masing.

Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi siswa baru di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/7).

“Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga karena memiliki keunikannya sendiri, setiap siswa memiliki jeniusnya sendiri, dan setiap siswa memiliki talent-nya sendiri sebagai bagian daripada pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Pesan Untuk Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan

Gus Ipul meminta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat bekerja dengan empati dan kasih sayang. Mereka diminta membimbing murid sesuai bakat masing-masing.

“Para kepala sekolah dampingi dengan baik, para guru dan wali asrama, wali asuh didik mereka sesuai dengan kapasitas mereka, dengan kemampuan mereka. Dampingi dengan empati, dengan kasih sayang karena sesungguhnya siswa Sekolah Rakyat adalah siswa-siswa istimewa titipan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pesan Gus Ipul.

“Siswa Sekolah Rakyat adalah titipan dari negara. Untuk itu, kerjakan dengan baik, dampingi dengan baik,” sambungnya.

Jalur Lanjut Pendidikan dan Pelatihan

Gus Ipul menjelaskan skema kelanjutan pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat. Untuk jenjang SD dan SMP, lulusan bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya di sekolah yang sama, sementara murid berprestasi akan diarahkan ke Sekolah Garuda.

Untuk lulusan jenjang SMA, tersedia dua opsi. Pertama, melanjutkan ke perguruan tinggi. Kedua, mengikuti pelatihan untuk menjadi pekerja terampil.

“Lebih-lebih kalau ingin jadi pekerja terampil di luar negeri. Disiapkan, diperkuat bahasanya. Jadi nanti lulusannya seperti ini, tidak boleh lulus SMA berhenti. Mau kuliah atau mau menjadi pekerja terampil,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyatakan pihaknya akan menyiapkan fasilitas khusus bagi lulusan Sekolah Rakyat tingkat SMA yang ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan, sehingga kelak bisa bekerja di lingkungan pemerintahan.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Sragen sudah mendiskusikan bahwa anak-anak dari keluarga yang tidak mampu nanti akan kami (sediakan) kursus khusus untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah ikatan kedinasan,” ungkap Sigit.

Sigit optimistis bahwa upaya ini, didukung kerja keras dan empati dari semua pihak, akan melahirkan pemimpin masa depan.

“Saya yakin juga suatu saat kelak akan ada menteri yang lahir dari (lulusan) Sekolah Rakyat,” tuturnya.