Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi mendalam atas kontribusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam upaya penguatan kedisiplinan para siswa di Sekolah Rakyat. Dukungan ini dinilai sangat signifikan dalam membentuk karakter dan menumbuhkan kemandirian pada anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Penguatan Disiplin dan Karakter Siswa
Gus Ipul menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolri dan jajaran kepolisian yang telah banyak membantu di lapangan, bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam rangka penguatan kedisiplinan siswa. “Saya kembali kepada apa yang ada di Sekolah Rakyat, tentu di sana ada penguatan kedisiplinan, hari ini, enam bulan kemudian. Pak Kapolri, saya ingin berterima kasih, teman-teman polisi banyak membantu kami di lapangan bersama TNI dalam rangka penguatan kedisiplinan (siswa),” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (11/2/2026).
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Rapat Pimpinan Polri 2026 yang diselenggarakan di The Krakatau Grand Ballroom, Pintu 1 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Ia menekankan bahwa penguatan kedisiplinan merupakan salah satu elemen krusial dalam proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Tujuannya adalah untuk membentuk kemandirian dan karakter siswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang terstruktur.
“Yang awalnya anak-anak itu sungguh tidak tertib, tidak terbiasa dengan jadwal yang padat, kemudian mudah mengantuk, dan seterusnya. Sekarang alhamdulillah lewat proses penguatan kedisiplinan, semuanya sudah lebih nyaman, bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Sekolah Rakyat: Akses Pendidikan Berkualitas bagi Kaum Tak Terjangkau
Dalam paparannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat didirikan untuk menyediakan pendidikan berkualitas secara gratis bagi keluarga yang belum tersentuh oleh pembangunan. Prioritas utama adalah mereka yang kurang beruntung, termasuk kelompok miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok ini sering disebut oleh Presiden sebagai The Invisible People dan memerlukan perhatian khusus.
Dengan dukungan dari jejaring Polri, seperti Bhabinkamtibmas yang memiliki jangkauan hingga ke pelosok daerah, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan. “Dan inilah sebenarnya yang mendapatkan atensi khusus dari Bapak Presiden, agar mereka juga mendapatkan satu pendidikan yang memadai dan agar menjadi generasi tangguh pada Indonesia Emas yang akan datang,” ungkap Gus Ipul.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hampir 4 juta anak usia sekolah masih berada di luar sistem pendidikan, baik karena belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah. Penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjadi langkah konkret dalam menjalankan mandat konstitusi untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar melalui penyediaan akses pendidikan.
“Ini adalah salah satu cara Bapak Presiden Prabowo, untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar sebagai mandat undang-undang dasar kita. Dalam rangka mewujudkan pasal 34 itu, undang-undang menuntun kita,” ujar Gus Ipul.
Pendekatan Menyeluruh untuk Peningkatan Kualitas Hidup
Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan pendidikan gratis, tetapi juga berfungsi sebagai miniatur program pengentasan kemiskinan. Program ini terintegrasi dengan prioritas Presiden, memastikan dukungan yang komprehensif bagi keluarga siswa.
Orang tua siswa memiliki kesempatan untuk mengikuti program pemberdayaan, mendapatkan bantuan perbaikan rumah, menjadi anggota Kopdes Merah-Putih, serta menerima berbagai bantuan sosial (bansos) lengkap, termasuk Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JK). Pendekatan holistik ini menjadikan Sekolah Rakyat sebagai solusi terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga kurang mampu.
“Intinya Pak Kapolri, anaknya sekolah sampai lulus, nanti keluarganya akan naik kelas menjadi keluarga yang lebih mandiri,” kata Gus Ipul.
Inovasi Pembelajaran dan Hilirisasi Siswa
Selain menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk proses pembelajaran, Sekolah Rakyat juga berupaya menyiapkan jalur hilirisasi bagi para siswanya. Melalui pemetaan minat dan bakat menggunakan tes DNA talent berbasis kecerdasan buatan (AI), pembinaan siswa dapat diarahkan sesuai dengan cita-cita mereka.
“Karena sesuai arahan Bapak Presiden ini hilirisasinya, ini nanti kita juga mohon kesediaan Pak Kapolri, bisa bekerja sama untuk menampung lulusan-lulusan siswa Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Kesiapan Polri Mendukung Program Pemerintah
Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kesiapan institusinya untuk mengawal dan berkolaborasi dengan berbagai Kementerian/Lembaga dalam menyukseskan program kerja pemerintah di tahun 2026, termasuk Sekolah Rakyat. “Ini tentunya menjadi perspektif bagi seluruh personel Polri, untuk betul-betul nanti bisa berkolaborasi mendukung apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden dengan kementerian terkait yang mendapatkan tugas tersebut, sehingga semuanya yang betul-betul bisa dilaksanakan sesuai apa yang menjadi direktif atau kebijakan Bapak Presiden,” ujar Listyo.






