Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan reaktivasi otomatis terhadap 106.000 lebih peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang mengidap penyakit katastropik atau kronis. Reaktivasi ini berlaku efektif mulai hari ini, Selasa (10/2/2026).
Reaktivasi Otomatis BPJS Kesehatan PBI
“Yang pertama ini sudah otomatis aktif, jadi otomatis sudah direaktivasi. Jadi yang 106 ribu lebih itu sudah direaktivasi per hari ini ya,” ujar Gus Ipul di kantor Kemensos RI, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Gus Ipul menjelaskan bahwa bantuan BPJS Kesehatan PBI yang diaktifkan kembali ini akan berlaku selama tiga bulan ke depan. Setelah periode tersebut, Kemensos akan melakukan evaluasi kembali terhadap kelayakan para penerima bantuan.
“Selama 3 bulan ke depan, nanti hasilnya kita lihat apakah memenuhi syarat ya. Bagi yang memenuhi syarat, ya tentu akan mendapatkan bantuan, tapi yang tidak memenuhi syarat kita sarankan nanti untuk menjadi peserta mandiri,” jelasnya.
Pengecekan Ulang Penerima Bantuan
Untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan, Kemensos akan melakukan pengecekan ulang bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Pengecekan ini akan menggunakan metode yang telah disiapkan untuk memverifikasi status ekonomi penerima manfaat.
“Untuk itulah ground check ini memastikan apakah para penerima manfaat ini berada di desil 1 sampai 5 atau di atasnya, desil 6 sampai 10. Ini yang memang akan dipastikan lewat metode-metode yang sudah disiapkan,” terang Gus Ipul.
Sebelumnya, Gus Ipul telah membuka opsi reaktivasi otomatis bagi sekitar 100.000 peserta BPJS PBI yang nonaktif dan menderita penyakit kronis. Kebijakan ini diambil untuk memastikan layanan kesehatan bagi pasien dengan kondisi serius tidak terputus.
Hal ini disampaikan Gus Ipul saat rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (9/2/2026). Reaktivasi otomatis tersebut secara spesifik menyasar peserta PBI nonaktif dengan penyakit kronis dan katastropik, seperti penyakit jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal.
“Selain reaktivasi reguler, Kemensos membuka opsi untuk reaktivasi otomatis kepada 100 ribu PBI nonaktif yang menderita sakit kronis dan katastropik,” kata Gus Ipul.






