Menteri Pariwisata (Menpar) Widyanti Putri Wardhana menanggapi santai pemberian nilai 50 dari 100 untuk kinerjanya oleh anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo. Ia menilai penilaian tersebut bersifat subjektif dan tidak mewakili pandangan seluruh anggota dewan.
Respons Menpar Terhadap Penilaian Anggota DPR
“Oh nggak masalah, subjektif itu karena nggak semuanya menilai seperti itu,” ujar Widiyanti usai rapat bersama Komisi VII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Ia menekankan bahwa penilaian tersebut datang dari satu anggota di antara banyaknya anggota Komisi VII.
Widiyanti menambahkan bahwa setiap anggota dewan memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mengevaluasi kinerja kementerian. “Anggotanya cuma satu. Kemarin anggotanya kan di Komisi VII kan banyak ya. Ini subjektif ya, jadi banyak yang mengapresiasi. Mungkin satu dari semua itu memberi nilai 50. Jadi mungkin ada hal-hal yang subjektiflah,” jelasnya.
Klaim Capaian Kinerja Kemenpar Melampaui Target
Meskipun demikian, Widiyanti mengklaim bahwa capaian kinerja Kementerian Pariwisata sepanjang 2025 telah berhasil melampaui seluruh target Indikator Kinerja Utama (IKU). Capaian ini menjadi dasar penilaian internal kementeriannya.
“Karena kami, hasil kerja kami 2025 itu sangat baik, melampaui semua target IKU kami gitu ya. Dari wisman-nya (wisatawan mancanegara) melampaui target, wisnus (wisatawan nusantara) melampaui target, tenaga kerja melampaui target, investasi melampaui target juga. Jadi menurut kami dari IKU kami, kami positif,” tuturnya.
“Jadi mungkin ada hal-hal perhitungan tersendiri mengenai hal itu tapi semuanya tadi positif saja,” imbuh dia.
Kritik Anggota DPR Terkait Kebijakan dan Isu Tiket Mahal
Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo, mengkritik kebijakan dan pengelolaan sektor pariwisata oleh Widiyanti. Yoyok memberikan nilai 50 untuk kinerja Widiyanti sebagai Menpar.
“Saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi,” kata Yoyok dalam rapat.
Yoyok juga menyoroti isu mahalnya harga tiket pesawat yang dinilai masih menjadi persoalan. “Tadi Ibu sudah menyampaikan tiket mahal bagaimana, jalan infrastruktur yang luar biasa. Saya sampaikan, Bu, kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50,” ujarnya.






