Berita

Menko PMK Pratikno: Pembangunan Pascabencana Harus Lebih Tangguh dan Akuntabel

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan pentingnya membangun kembali infrastruktur pascabencana agar lebih tangguh dan akuntabel. Penegasan ini disampaikan dalam rapat koordinasi lanjutan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Rakor Pascabencana Tiga Provinsi

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pimpinan lembaga yang menjadi anggota satgas. Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon, Kepala BNPB Suharyanto, Menteri PUPR Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Rapat yang dibuka oleh Menko PMK Pratikno ini bertujuan untuk membahas penanganan pascabencana di tiga provinsi yang terdampak, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pratikno menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya membangun kembali apa yang telah hilang, tetapi juga meningkatkan kualitas bangunan agar lebih baik dan tahan terhadap bencana di masa depan.

“Sekali lagi pada prinsipnya kita bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik dan lebih tangguh ke depan. Dan kita harus melaksanakannya secara akuntabel dan transparan,” ujar Pratikno dalam rapat tersebut.

Advertisement

Duka Mendalam untuk Korban Longsor Cisarua

Sebelumnya, Menko PMK Pratikno juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat. Ia menyatakan bahwa saat ini tim gabungan yang dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan SAR Nasional (Basarnas) masih fokus melakukan upaya pencarian korban.

“Jadi saat ini kita fokus untuk proses pencarian dipimpin oleh BNPB dan Basarnas. Semoga para korban bisa segera ditemukan. Ini adalah duka mendalam bagi kita semuanya,” ungkap Pratikno, menunjukkan keprihatinan atas musibah tersebut.

Advertisement