Kementerian Haji (Kemenhaj) telah memulai program pelatihan bagi calon petugas haji tahun 2026 dengan metode semi-militer. Menteri Haji, Mochammad Irfan Yusuf, menjelaskan bahwa diklat ini dirancang untuk mempersiapkan petugas secara fisik dan mental dalam menghadapi tugas di Arab Saudi.
Pelatihan Dua Tahap
Menurut Menhaj, pelatihan ini akan berlangsung dalam dua tahap. Sesi luring dijadwalkan dari tanggal 10 hingga 30 Januari, diikuti oleh sesi daring yang akan dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga 8 Februari. “Diklat ini dirancang secara semi militer dan berlangsung dalam dua tahap yaitu sesi luring tanggal 10 sampai dengan 30 Januari dan sesi daring mulai tanggal 2 sampai dengan 8 Februari,” ujar Mochammad Irfan Yusuf dalam rapat kerja di Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Tujuan Pelatihan Semi-Militer
Irfan Yusuf menekankan pentingnya pendekatan semi-militer untuk memastikan kesiapan petugas. “Kenapa kita lakukan secara semi militer karena kita memerlukan mereka fisik siap, kita memerlukan disiplin mereka siap, dan juga kita memerlukan pemahaman medan bagi para calon petugas haji kita. Adapun diklat PPIH kloter akan dilaksanakan di asrama haji embarkasi masing-masing,” tuturnya. Pelatihan ini bertujuan agar petugas memiliki kondisi fisik yang prima, disiplin tinggi, dan pemahaman mendalam mengenai medan tugas di Tanah Suci.
Input Data Petugas ke Platform Nusuk
Lebih lanjut, Gus Irfan, sapaan akrabnya, melaporkan bahwa mayoritas data petugas haji telah berhasil diunggah ke platform Nusuk milik Arab Saudi. “Perlu kami sampaikan bahwa per 20 Januari 2026 sebanyak 4.377 dari 4.418 atau 99,1% data petugas sudah di- input di platform Nusuk Masar,” ungkapnya. Kemenhaj juga sedang dalam proses rekrutmen petugas pendukung yang akan bertugas di Arab Saudi.
Peningkatan Kuota Petugas Haji Perempuan
Satu perkembangan signifikan dalam persiapan haji tahun ini adalah peningkatan kuota petugas haji perempuan. Gus Irfan berharap kebijakan ini dapat mewujudkan pelaksanaan ibadah haji yang lebih ramah bagi jemaah perempuan. “Kemudian peningkatan jumlah kuota petugas haji perempuan lebih dari 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini sesuai dengan apa yang kita harapkan bahwa tahun ini adalah haji ramah perempuan,” jelasnya.






