Boyolali – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, secara resmi membuka Pameran Produk Unggulan dan Pasar Murah di Kawasan Indrokilo, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (14/1/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Desa Nasional (HDN) 2026.
Dorong Pemerataan Ekonomi dari Desa
Yandri Susanto menyatakan bahwa pameran ini memiliki tujuan strategis untuk mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu Membangun Dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan. Ia menekankan bahwa pameran ini juga dirancang untuk “menaikkan Pelaku Usaha Desa ke Level Nasional,” sebagaimana disampaikannya dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).
Dalam upaya menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi nasional, Yandri menyoroti pentingnya revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Ia juga menegaskan bahwa BUMDesa tidak perlu merasa terancam dengan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sebaliknya, kedua entitas ekonomi ini didorong untuk menjalin kolaborasi.
“Kolaborasi KDMP dan BUMDesa diyakini bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi di desa,” ujar Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini. Ia menambahkan bahwa beberapa BUMDesa telah berhasil menembus pasar ekspor, seperti BUMDesa di Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang mengekspor kemiri ke Australia, dan Desa Ngoran yang mengekspor kendang jembe ke Tiongkok.
Mantan Wakil Ketua MPR RI ini menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor dengan menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag). Target ini diharapkan dapat memperluas jangkauan produk desa ke pasar internasional.
Pameran Wadah Penguatan Ekosistem Desa
Ketua Panitia Hari Desa Nasional 2026, Tabrani, melaporkan bahwa Pameran Produk Unggulan ini berfungsi sebagai wadah penguatan promosi dan ekosistem desa. “Lebih dari 90 pelaku usaha ikut Pameran, termasuk BUMDesa Terbaik, UMKM Lokal di Boyolali dan Jawa Tengah,” kata Dirjen PEID Kemendes PDT ini.
Tabrani menambahkan bahwa pelaksanaan Hari Desa 2026 tetap mengedepankan kearifan lokal, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Hal ini menunjukkan komitmen untuk melestarikan budaya dan potensi daerah dalam setiap kegiatan.
Bantuan Ikan Lele dan Kunjungan Stand
Dalam kesempatan yang sama, Yandri Susanto bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), Taj Yasin, menyerahkan bantuan 1 Ton Ikan Lele kepada lima orang perwakilan warga. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemendes PDT dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Mendes Yandri juga menyempatkan diri mengunjungi berbagai stand pameran untuk melihat langsung produk-produk unggulan yang dipamerkan oleh para pelaku usaha desa. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi dan masukan langsung kepada para peserta.
Daftar Tamu Undangan
Acara pembukaan pameran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:
- Anggota DPR Muhammad Hatta
- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin
- Bupati Boyolali, Agus Irawan
- Forkopimda Jawa Tengah dan Boyolali
- Perwakilan Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Jawa Tengah
- Mitra Kemendes PDT
Turut mendampingi Menteri Yandri dalam acara tersebut adalah Sekjen Taufik Madjid, Kepala BPI Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, serta Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemendes PDT.






