Jakarta – Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan positif. Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melaporkan kerja kolaboratif lintas sektor telah membuahkan kemajuan nyata di berbagai daerah terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Kemajuan di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat, dari 19 kabupaten/kota yang terdampak, lima daerah telah kembali normal. Kelima wilayah tersebut adalah Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara itu, enam daerah lainnya sudah berada pada fase mendekati normal, meliputi Kota Solok, Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Perbaikan infrastruktur dasar seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas umum terus dikebut. Layanan dasar seperti listrik, internet, SPBU, air bersih, serta distribusi gas LPG juga terus dipulihkan secara bertahap. Normalisasi sungai di beberapa titik turut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi ke depan.
Percepatan di Sumatera Utara
Progres pemulihan di Sumatera Utara juga menunjukkan percepatan yang signifikan. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, lima daerah telah kembali normal, yaitu Kota Medan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batu Bara. Selain itu, 11 kabupaten lainnya sudah berada pada tahap mendekati normal.
Meskipun masih ada wilayah yang memerlukan perhatian khusus seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara, secara umum aktivitas pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi masyarakat telah kembali berjalan.
Kerja Keras Pemulihan di Aceh
Di Provinsi Aceh, pemulihan membutuhkan kerja yang lebih keras. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, satu daerah telah pulih sepenuhnya, sementara sembilan daerah lainnya berada pada fase mendekati normal. Di wilayah dataran tinggi seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah, akses jalan yang sempat terputus kini mulai terbuka melalui jembatan sementara, sehingga distribusi logistik kembali berjalan.
Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada penguatan stok pangan di wilayah ini. “Daerah-daerah ini perlu kita perkuat stok logistik hingga tiga bulan sebagai langkah antisipasi,” tutur Tito.
Sementara itu, di wilayah dataran rendah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, upaya pembersihan endapan lumpur terus dilakukan secara masif dengan melibatkan ribuan personel TNI, Polri, sekolah kedinasan, dan masyarakat. Secara umum, layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak terus menunjukkan perbaikan.
Optimisme Pemulihan Berkelanjutan
SPBU di kabupaten/kota terdampak bencana telah kembali beroperasi, distribusi energi terus distabilkan, layanan air bersih dan gas LPG berangsur normal, serta aktivitas pemerintahan di hampir seluruh daerah telah kembali berjalan. Normalisasi sungai di berbagai wilayah juga menjadi perhatian utama sebagai bagian dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi risiko bencana ke depan.
Tito Karnavian mengatakan dengan tren pemulihan yang terus menguat, pemerintah optimistis rehabilitasi pascabencana di Sumatera akan terus menunjukkan kemajuan nyata dan berkelanjutan hingga kehidupan masyarakat benar-benar kembali pulih dan bergerak normal. “Contoh penyelesaian persoalan sungai ada di Tapanuli Tengah. Sungai itu dikerok dan dibuatkan tanggul pada sebelah kanan dan kirinya,” tutupnya.






