Berita

Mendagri Tito Karnavian: Jalan Nasional di Aceh-Sumut-Sumbar Sudah Terbuka, Listrik 8 Desa di Aceh Tengah Masih Terkendala

Advertisement

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian memberikan pembaruan terkini mengenai upaya pemulihan pasca-bencana di wilayah Sumatera, mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengonfirmasi bahwa jalan nasional yang sebelumnya terdampak bencana kini telah berhasil dibuka kembali.

Update Infrastruktur dan Logistik

“Jalan nasional sudah oke semua, itu good news-nya, baik dia karena dibersihkan maupun jembatan yang dibangun oleh satgas jembatan,” ujar Tito kepada detikcom pada Sabtu, 7 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas LPG juga dilaporkan berjalan lancar. “Kemudian kita lihat juga progress lain, BBM juga berjalan lancar, saya apresiasi kepada Pak Menteri ESDM, Pak Bahlil, dan tim dari Danantara Pertamina khususnya terima kasih banyak, gas LPG juga berjalan lancar, dan kemudian yang lain adalah komunikasi, karena listriknya sudah masuk, maka otomatis komunikasi baik,” imbuhnya.

Tantangan Pemulihan Listrik dan Jalan

Meskipun demikian, Tito mengakui masih ada beberapa kendala yang dihadapi, terutama terkait pemulihan aliran listrik di sejumlah desa di Aceh. “Cuma memang ada beberapa tempat yang masih belum, delapan desa yang di Aceh Tengah, kemudian titik di Aceh ada 15 desa yang belum masuk aliran listrik karena memang putus-putus semua tiangnya, tapi diberikan genset oleh PLN,” jelasnya.

Advertisement

Selain itu, perbaikan jalan di beberapa daerah juga menghadapi tantangan akibat kondisi geografis. “Sudah dibangun jalan kemudian tergerus lagi karena struktur tanahnya itu baik berpasir kalau di Aceh, kalau di Sumut dan Sumbar tanahnya lempung, ini rentan sekali kalo ada hujan,” ungkap Tito.

Daerah yang Menjadi Atensi Pemerintah

Mendagri merinci daerah-daerah yang masih menjadi fokus perhatian pemerintah dalam upaya pemulihan bencana:

  • Aceh: Enam titik yang masih menjadi atensi adalah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah.
  • Sumatera Utara: Dua titik yang menjadi fokus adalah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara, akibat terjangan lumpur yang luar biasa.
  • Sumatera Barat: Pemerintah memfokuskan perhatian pada Kabupaten Agam, Kabupaten Pariaman, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan.
Advertisement