Berita

Mendagri Fadli Zon Dorong Kolaborasi Swasta dan Pemda untuk Revitalisasi Museum Mpu Tantular

Advertisement

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (21/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau koleksi, fasilitas, serta mengeksplorasi potensi pengembangan museum sebagai pusat edukasi dan kegiatan budaya.

Potensi Museum Mpu Tantular

Museum Mpu Tantular, yang sebelumnya berlokasi di Surabaya dan pindah ke Sidoarjo pada tahun 2004, menyimpan sekitar 15.000 koleksi. Dari jumlah tersebut, 1.100 koleksi dipamerkan kepada publik. Beberapa koleksi unggulan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional meliputi perhiasan bermotif Garudeya, arca Durga Mahisasuramardhini, dan fosil Homo erectus dari Ngawi.

“Museum Negeri Mpu Tantular, sebuah museum yang cukup besar dengan kawasan sekitar tiga hektare. Di sini banyak sekali koleksi yang dalam riwayatnya dahulu didirikan oleh seorang tokoh Belanda bernama (GH) Von Faber,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2/2026). Ia menambahkan, “Koleksi yang sangat berharga ini sangat penting untuk dijaga.”

Fadli menekankan bahwa museum ini memiliki potensi kuat untuk dikembangkan menjadi pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan. Ia juga mengapresiasi peningkatan status Museum Mpu Tantular menjadi museum tipe A, yang menurutnya perlu diikuti dengan penataan yang lebih baik, terutama dalam penyajian koleksi.

Revitalisasi Tata Pamer dan Produk Kreatif

“Dengan koleksi yang luar biasa, kita memerlukan storyline yang kuat, narasi yang kuat, literasi yang kuat. Revitalisasi pada aspek tata pamer menjadi kebutuhan penting agar museum semakin menarik bagi generasi muda,” jelas Fadli. Ia juga menyoroti pentingnya tata cahaya dan narasi yang kuat untuk meningkatkan daya tarik museum.

Selain itu, Fadli mendorong pengembangan produk kreatif berbasis koleksi museum. Ia berpendapat bahwa objek museum dapat menjadi Intellectual Property (IP), seperti hiasan Garudeya dan benda koleksi lainnya, yang dapat dikembangkan menjadi merchandise.

Advertisement

Kolaborasi untuk Pengembangan Museum

Fadli berharap Museum Mpu Tantular dapat bertransformasi menjadi ruang aktivitas kebudayaan yang dinamis, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan dan pameran, tetapi juga sebagai pusat edukasi, informasi, dan kegiatan budaya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), dan sektor swasta dalam mendukung revitalisasi museum. Pemerintah pusat akan memberikan dukungan melalui program non-fisik, termasuk kegiatan edukasi dan pengembangan museum melalui dana alokasi khusus.

Fadli juga mendorong keterlibatan sektor swasta dan filantropis dalam pengembangan museum di Indonesia. Pendekatan kolaboratif ini terbukti berhasil dalam pengembangan museum dan cagar budaya nasional, dengan banyaknya pengusaha yang memberikan hibah sukarela.

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan museum agar bermanfaat bagi masyarakat dan berperan aktif dalam pelestarian budaya. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam memajukan permuseuman di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jatim Evy Afianasari, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Sadari, dan Kepala Museum Negeri Mpu Tantular Rica Puspita. Fadli didampingi oleh Staf Khusus (Stafsus) Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XI Jatim Endah Budi Heryani.

Advertisement