Berita

Menag Nasaruddin Umar Lobi Al-Azhar Buka Cabang di Indonesia, Permudah Mahasiswa Asia Tenggara

Advertisement

KAIRO – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertolak ke Mesir pada Senin, 19 Januari 2026, untuk membahas sejumlah kerja sama penting. Salah satu agenda utamanya adalah melobi Universitas Al-Azhar, salah satu institusi pendidikan tertua di dunia yang didirikan pada 972 Masehi, untuk membuka cabang di Indonesia.

Solusi Pendidikan untuk Asia Tenggara

Nasaruddin Umar menyatakan bahwa pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dapat menjadi solusi strategis bagi mahasiswa di kawasan Asia Tenggara. Selama ini, banyak mahasiswa dari negara-negara tersebut harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai tantangan regional untuk dapat menimba ilmu di Kairo, Mesir.

“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” ujar Nasaruddin, mengutip keterangan resmi Kemenag, Minggu (18/1/2026).

Ia menambahkan, langkah ini juga akan membantu Al-Azhar dalam menghadapi beban pendidikan yang semakin berat. Mesir saat ini menghadapi tantangan besar, termasuk menampung pengungsi dalam jumlah besar dan peningkatan jumlah mahasiswa internasional, sementara beban ekonomi negara tersebut juga tidak ringan.

Dukungan Internasional dan Skema Kerja Sama

Gagasan pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia ini dilaporkan telah mendapat dukungan dari sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania. Skema kerja sama yang akan dibahas meliputi kemungkinan program dual degree, joint faculty, atau model pendidikan langsung dengan pengajar dari Universitas Al-Azhar.

Advertisement

Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk Presiden terkait potensi kerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia, yang sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim.

Nasaruddin Jadi Pembicara Kunci Seminar Ekoteologi

Selain agenda lobi pembukaan cabang, Nasaruddin Umar juga dijadwalkan menjadi pembicara kunci pada seminar internasional tentang ekoteologi di Universitas Al-Azhar. Undangan ini diberikan kepada Indonesia karena dianggap sebagai representatif untuk membahas konsep ekoteologi yang terus menguat.

“Atas izin Bapak Presiden, ada undangan yang sangat terhormat yang diberikan kepada kita sebagai keynote speech di dalam seminar internasional tentang ekoteologi. Dianggap paling representatif untuk bicara ekoteologi saat ini adalah Indonesia,” ucapnya.

Universitas Al-Azhar sendiri dikenal sebagai salah satu pusat studi hukum Islam atau syariah terkemuka di dunia. Namun, institusi ini juga memiliki fokus pada berbagai bidang lain, termasuk sains dan teknologi, manajemen dan administrasi bisnis, seni dan bahasa, humaniora, pertanian, kedokteran gigi, dan kedokteran. Kampus ini berstatus sebagai universitas negeri di Mesir.

Advertisement