Berita7 — Jakarta – Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan tugas kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk mengembalikan Taman Ismail Marzuki (TIM) ke kondisi semula.
Megawati berharap TIM dapat kembali menjadi tempat bagi para seniman untuk menampilkan karya-karya mereka. Ia menyatakan bahwa sebelumnya banyak seniman yang mengeluhkan kesulitan dalam menggelar pertunjukan di TIM.
“Alhamdulillah partai kami menang, PDI Perjuangan. Sehingga gubernurnya adalah Pak Pramono Anung dan wakilnya Pak Rano Karno. Sebelum saya memberikan tugas kepada mereka berdua, saya bilang ‘itu namanya TIM itu mbok dikembalikan seperti apa adanya’, sehingga yang namanya seniman-seniman itu tidak pusing lagi untuk menampilkan kreasi-kreasi. Karena saya mendapat banyak keluhan, sekarang ini kalau seniman mau pentas saja,” ujar Megawati saat memberikan pidato setelah membuka Pameran Sejarah Arsip Foto Kudatuli di TIM, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Ia mengenang masa lalu ketika dirinya kerap menikmati pertunjukan di TIM. Namun, Megawati merasa suasana TIM kini telah berubah menjadi lebih ‘borjuis’.
“Dulu di sini ini yang buat ini kan Planetarium. Dulu di mana ya? Saya suka nonton Teater Terbuka, saya sampai mendapatkan kartunya untuk masuk. Dan sangat banyak atau digemari, dipenuhi karena harganya murah meriah,” katanya.
“Nah, ini membangkitkan ke apa, ingatan saya. Karena saya setelah itu saya bilang pada diri saya, saya enggak mau pergi ke TIM. Karena sudah menjadi beda, menjadi kalau saya boleh bilang jadi suasananya jadi borjuis,” imbuhnya.
Megawati menambahkan, ia sempat memberikan ancaman kepada Pramono dan Rano jika tidak berhasil mengubah TIM menjadi ruang yang layak bagi seniman.
“Dan alhamdulillah setelah dipegang oleh Gubernur, saya panggilnya Pram saja sama, kalau beliau (Rano Karno) saya panggilnya Si Doel. Ya, saya beri, ini bagian kebudayaan. Saya bilang, awas lo ya. Kalau kamu tidak membuat yang namanya ini TIM ini menjadi sebuah tempat bagi bagi para seniman yang yang ingin menampilkan kreasi-kreasi mereka,” tuturnya.
Megawati juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak ragu menunjukkan kreativitas mereka, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan kesenian.
“Jadi maksud saya, mengapa di sini ya saya Kudatuli saya ngomong ini, supaya ini anak-anak muda itu tahu. Bahwa jangan asal mejeng saja, Tunjukkan kreativitas kalian, Jangan malu, Apa saja, Saya kemarin melihat ada anak yang bisa membuat dari barang-barang bekas dan lain sebagainya. Jadi, untuk apa? Kita, kita ini negara kesenian, kalau dipikir,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki kesenian tradisionalnya sendiri. Megawati mencontohkan bagaimana pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, pertunjukan wayang kulit sering digelar.
“Di setiap daerah, saya sudah keliling boleh dibilang seluruh Indonesia. Itu daerah-daerahnya pasti, karena mempunyai tradisi, adat, lalu tentunya juga kearifan lokal, pasti mereka punya yang namanya tarian dan lain sebagainya. Tidak ada lagi yang namanya saya rasakan, ini bukan sebuah kritik, bukan, tapi kenyataan. Dulu zaman Bung Karno, itu setiap waktu ada apa, bulannya, itu dipertunjukkan wayang-wayang kulit,” pungkasnya.
Ikuti Berita7
