Berita

Megawati Duduk Bersama Tokoh Dunia di Majelis Zayed Award 2026 Abu Dhabi

Advertisement

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menghadiri forum Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu tampak duduk bersebelahan dengan Presiden Timor Leste, José Ramos Horta.

Kehadiran di Abu Dhabi

Megawati tiba di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, pada Selasa (3/2/2026) sore waktu setempat. Ia didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP, Muhammad Prananda Prabowo. Turut hadir pula Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, dan Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari berbagai negara. Megawati duduk berdampingan dengan Presiden Timor Leste Ramos Horta dan Kailash Satyarthi, seorang aktivis India yang merupakan peraih Nobel Perdamaian 2014. Kehadiran perwakilan dari Indonesia juga mencakup tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, yaitu Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief. NU dan Muhammadiyah sendiri pernah meraih Zayed Award pada tahun 2024, saat Megawati menjabat sebagai salah satu dewan juri.

Para tamu disambut hangat oleh panitia Zayed Award 2026. Sekretaris Jenderal Zayed Award, Mohamed Abdelsalam, terlihat menyalami dan berbincang akrab dengan para tokoh yang hadir, termasuk rombongan Megawati.

Diskusi Pemimpin Perempuan Dunia

Dalam forum tersebut, Megawati turut berbicara bersama sejumlah pemimpin perempuan dunia. Diskusi ini dimoderatori oleh Mina Al-Oraibi. Para pembicara lain meliputi Ibu Negara Libanon, Nehmat Aoun; Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari; Ibu Negara Kolombia, Veronica Alcocer Garcia; Kepala Administrasi Presiden Republik Uzbekistan, Saida Mirziyoyeva; dan Wakil Presiden Heydar Aliyev Foundation, Leyla Aliyeva.

Advertisement

Sebelum para pembicara menyampaikan pandangannya, Menteri Negara UEA yang juga penasihat untuk Ibu Suri UEA, Sheikha Fatima binti Mubarak, memberikan sambutan. Ia menjelaskan sejarah pembentukan Zayed Award yang didirikan oleh pendiri bangsa UEA, Zayed Al Nahyan, bersama Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus.

Sekretaris Jenderal Zayed Award, Mohamed Abdelsalam, membacakan pesan dari Sheikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, ulama terkemuka asal Mesir yang menjabat sebagai Grand Imam Al-Azhar. Sementara itu, Cardinal George Jacob Koovakad menyampaikan pesan dari Paus Leo, pemimpin Gereja Katolik saat ini.

Agenda Penghargaan

Upacara penghargaan Zayed for Human Fraternity 2026 dijadwalkan akan digelar keesokan harinya. Berdasarkan informasi dari panitia, selain Megawati yang merupakan Dewan Juri Zayed Award 2024, acara ini juga akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lainnya. Mereka antara lain Presiden Republik Azerbaijan, Ilham Aliyev; Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, beserta Ibu Negara Armenia, Anna Hakobyan; dan Ibu Negara Lebanon, Nehmat Aoun.

Penerima penghargaan lainnya yang juga hadir adalah Ibu Negara Kolombia, Veronica Alcocer Garcia; Ibu Negara Republik Islam Pakistan, Bibi Aseefa Bhutto Zardari; Mantan Presiden Senegal yang juga Anggota Komite Juri 2025, Macky Sall; Presiden Timor Leste dan Peraih Nobel Perdamaian yang juga mantan Anggota Dewan Juri 2022, Presiden José Ramos Horta; Anggota dan Ketua Senat Kazakhstan, Yang Mulia Maulen Sagatkhanovich Ashimbayev; serta Mantan Presiden Nigeria, H.E. Olusegun Obasanjo.

Advertisement