— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 113,1 poin atau 1,89% ke level 5.873,3 pada penutupan perdagangan, Rabu (8/7/2026).

Meskipun indeks utama turun, beberapa saham besar malah mencatatkan penguatan. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 4% dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melonjak 3,87% pada penutupan hari itu.

Capaian Saham Top Gainers

Sejumlah saham yang baru melantai di bursa mendominasi daftar top gainers. Saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) melesat 25% menjadi Rp1.950, PT Niramas Utama Tbk (JELI) naik 24,8% ke Rp1.405, dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) meningkat 24,5% menjadi Rp635.

Selain itu, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menguat 24,4% menjadi Rp550 dan PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) terapresiasi 22,9% menjadi Rp150.

Pergerakan Pasar dan Sektor

Pergerakan saham pada hari tersebut tercatat 195 saham menguat, 512 saham melemah, dan 256 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai sekitar Rp10,5 triliun.

Hanya satu sektor yang menutup hari dengan penguatan, yaitu sektor kesehatan yang naik sekitar 1%. Sektor-sektor lain terpantau melemah, termasuk barang baku (-4,3%), properti (-2,6%), barang konsumen primer (-2,5%), transportasi (-2,1%), infrastruktur (-1,9%), energi (-1,5%), keuangan (-1,29%), barang konsumen non-primer (-1,25%), perindustrian (-0,8%), dan teknologi (-0,68%).

Sentimen Global dan Domestik

Rumusan analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu sentimen global yang membayangi pasar. Mereka mencatat eskalasi dipicu oleh serangkaian insiden, termasuk serangan udara AS terhadap Iran setelah kejadian pada sejumlah kapal di Selat Hormuz.

Pilarmas menambahkan bahwa kondisi tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi global. Hal ini membuat investor mengantisipasi kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama jika tekanan inflasi meningkat kembali.

Dari sisi domestik, Pilarmas juga menyoroti pengumuman S&P DJI yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan untuk kemungkinan reklasifikasi pasar pada 2027. Menurut S&P DJI, pemantauan akan terus dilakukan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia menyusul panduan baru dari Bursa Efek Indonesia; jika aspek-aspek yang menjadi perhatian tidak menunjukkan perbaikan, Indonesia berpeluang diturunkan dari kategori emerging market menjadi frontier market.

Daftar Saham Dengan Penurunan Signifikan

Di sisi lain, beberapa saham mencatat penurunan tajam. PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) tertekan 14,9% ke Rp386, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) turun 14,29% menjadi Rp60, dan PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) anjlok 14,29% ke Rp60.

Saham lainnya yang terjungkal antara lain PT Pikko Land Development Tbk (RODA) turun 13,43% menjadi Rp58 dan PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) melemah 13,3% ke Rp78.