Tangerang Selatan – Madarif Institute menggelar seminar bertajuk ‘Di Kala Langit Menyembuhkan Luka’ yang mengupas peristiwa Isra Mikraj dari perspektif penyembuhan luka batin. Acara ini berlangsung di DoubleTree by Hilton Jakarta, Bintaro, Tangerang Selatan, pada Sabtu (10/1/2026), dihadiri oleh 800 peserta.
Isra Mikraj sebagai Obat Jiwa
Direktur Madarif Institute, Ustaz Arifin Nugroho, menjelaskan bahwa agenda tahunan yang dikenal sebagai Bincang Madarif ini memetik pelajaran dari perjalanan langit Nabi Muhammad SAW sebagai terapi bagi jiwa yang terluka.
“Alhamdulillah, ini adalah acara tahunan Bincang Madarif edisi 2026. Kami membahas Isra Mikraj dari sisi yang berbeda, yaitu bagaimana perjalanan tersebut memberikan pelajaran dari langit untuk mengobati luka,” ujar Ustaz Arifin.
Setiap tahapan perjalanan Nabi, mulai dari Makkah ke Masjidil Aqsa hingga naik ke Sidratul Muntaha, mengandung hikmah mendalam tentang cara bangkit dari kesedihan. Tema ini dipilih untuk memberikan penguatan spiritual kepada para peserta.
Meneladani Nabi dalam Menghadapi Luka Batin
Ustaz Arifin menekankan bahwa perasaan terluka adalah hal yang manusiawi dan bahkan pernah dialami oleh Rasulullah SAW.
“Setiap dari kita pasti pernah terluka, begitu pula Nabi. Kita memiliki suri teladan yang jelas tentang bagaimana bersikap saat sedang sedih atau terluka, sehingga kita bisa segera pulih,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ustaz Arifin memperingatkan bahwa membiarkan luka batin berlarut-larut dapat membawa dampak buruk (mudarat) bagi individu, keharmonisan keluarga, masyarakat, hingga stabilitas negara.
“Upaya kecil dari Madarif Institute ini diharapkan dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara mental dan spiritual,” pungkasnya.






