Berita

Longsor Tutup Jalur Curug Cibeureum Gunung Gede, Wisatawan Diminta Bersabar

Advertisement

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mengumumkan penutupan sementara jalur menuju kawasan wisata Curug Cibeureum-Salabintana di Gunung Gede, Cianjur, Jawa Barat. Penutupan ini dilakukan menyusul terjadinya tanah longsor yang menutup akses utama sejak beberapa hari terakhir.

Material Longsor Tutup Akses Hingga 1,5 Meter

Juru bicara Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menjelaskan bahwa jalur yang menuju air terjun Curug Cibeureum tertimbun longsor dengan ketinggian mencapai 1,5 meter dan panjang lebih dari 15 meter. Peristiwa ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

“Jalur menuju Curug Cibeureum-Salabintana, yang masuk dalam kawasan Gunung Gede-Pangrango di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, tertimbun longsor setinggi 1,5 meter dengan panjang lebih dari 15 meter akibat cuaca ekstrem,” ujar Agus Deni, dilansir Antara, Selasa (17/2/2026).

Hingga kini, proses penyingkiran material longsor masih terus dilakukan. Penutupan sementara ini diperkuat dengan adanya surat edaran resmi dari pihak Balai Besar TNGGP.

Pembersihan Manual, Harap Segera Dibuka Kembali

Proses pembersihan material longsor diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama karena dilakukan secara manual. Sejumlah warga di sekitar kawasan taman nasional dilibatkan untuk membantu proses penyingkiran material agar akses menuju Curug Cibeureum dapat segera dilalui kembali.

Advertisement

“Kami berharap segera dapat dilalui agar wisatawan dapat kembali menikmati keindahan air terjun di kawasan Gunung Gede-Pangrango yang selama ini banyak diminati,” harap Agus Deni.

Jalur wisata ini akan kembali dibuka setelah material longsor berhasil dibersihkan sepenuhnya dan dinyatakan aman untuk dilalui oleh wisatawan. Pihak TNGGP mengimbau para wisatawan untuk bersabar dan menunggu informasi resmi mengenai pembukaan kembali jalur tersebut.

Selama masa penutupan, wisatawan diminta untuk tidak memaksakan diri melintas demi keselamatan. Proses pembersihan dan penanganan lanjutan akan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor susulan.

“Setelah penanganan tuntas dilakukan, jalur akan dibuka kembali, namun wisatawan diminta untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur dan Sukabumi, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam,” imbuhnya.

Advertisement