Berita

Longsor Proyek di Gianyar Tewaskan 1 Pekerja, 2 Lainnya Terluka

Advertisement

GIANYAR, BALI – Musibah menimpa tiga orang pekerja proyek di Gianyar, Bali, pada Jumat (13/2/2026) siang. Peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 11.05 Wita ini menyebabkan satu orang pekerja meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan dari tim lapangan, para pekerja tersebut tengah melakukan pembersihan material di senderan merajan atau tempat suci milik warga. Ketiga pekerja yang berasal dari Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, ini diduga tertimpa material longsoran susulan akibat kondisi tanah yang dinilai masih labil.

Dua orang pekerja berhasil dievakuasi lebih dulu dalam kondisi selamat. Namun, satu pekerja lainnya sempat terjebak beberapa menit di bawah timbunan tanah sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan.

Identitas Korban dan Kondisi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Info dari tim lapangan ada tiga orang yang tertimpa, dua orang dilarikan ke rumah sakit tapi satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Satu orang lainnya hanya mengalami luka ringan sehingga tidak dibawa ke rumah sakit,” ujar Suamba, dilansir detikBali, Kamis (12/2/2026).

Advertisement

Korban yang meninggal dunia diidentifikasi bernama I Nyoman Sujana (46). Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi dari timbunan tanah.

Sementara itu, dua rekan kerja korban yang berhasil dievakuasi adalah Ketut Warta (50) dan I Wayan Cenik (45). Ketut Warta dilaporkan hanya tertimbun sebatas kaki dan dinyatakan selamat. Berbeda dengan I Wayan Cenik yang tertimbun material cukup banyak dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Arisanthi Desa Mas.

Penyebab Longsor

Longsor tersebut diduga dipicu oleh pengerjaan proyek milik Dewa Putu Gede Purnomo. Lokasi proyek ini berada sekitar 4 meter lebih rendah dari rumah warga di atasnya. Perbedaan ketinggian ini diduga menyebabkan tembok penyengker merajan milik Dewa Made Artha jebol, yang kemudian material tanahnya menimbun para pekerja yang berada di bawah.

Advertisement