Berita7 — JAKARTA – Kasus dugaan penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya, yang sempat menggegerkan publik kini menemui babak baru. Pelapor yang merupakan teman Jesslyn telah mencabut laporannya di Polres Metro Jakarta Pusat. Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.
Menurut Roby, pencabutan laporan dilakukan pada Minggu (19/7/2026) secara tertulis. Pelapor beralasan bukan keluarga korban dan tidak melihat langsung kejadian tersebut. Keputusan ini menambah lapisan misteri di balik peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Senin (13/7) malam di sebuah restoran di Jakarta Pusat.
Jesslyn sendiri dilaporkan pergi ke Kuala Lumpur keesokan harinya setelah dugaan penculikan, didampingi oleh dua orang, salah satunya adalah ayahnya.
Calon Suami Minta Keterangan Polisi
Di tengah perkembangan ini, Polres Metro Jakarta Pusat telah meminta keterangan dari Evan (37), yang merupakan calon suami Jesslyn. Kuasa hukum Evan, Andi Darti, menyatakan bahwa kliennya fokus untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Jesslyn.
Hingga kini, Evan belum mendapatkan informasi pasti mengenai keberadaan Jesslyn. Meskipun data manifes penerbangan menunjukkan Jesslyn telah terbang ke Kuala Lumpur, Andi Darti belum bisa memastikan kebenarannya. Ia menduga ada unsur perencanaan di balik hilangnya Jesslyn yang perlu didalami lebih lanjut.
Andi Darti juga mengungkapkan bahwa Jesslyn dan Evan berencana menikah dalam waktu dekat. Jesslyn diketahui telah tinggal sendiri di apartemen kawasan Pluit selama hampir 10 bulan setelah keluar dari rumah orang tuanya.
Terpantau Terbang ke Malaysia
Berdasarkan data manifes yang diterima kepolisian, Jesslyn Wijaya Lay tercatat terbang menuju Kuala Lumpur pada tanggal 14 Juli, sehari setelah dugaan penculikan. Ia bepergian bersama dua orang lain yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengannya.
Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di restoran tempat peristiwa itu dilaporkan terjadi. Namun, penelusuran tidak menemukan rekaman CCTV karena perangkatnya dilaporkan rusak. Meskipun pelapor telah mencabut laporan, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan.
Kejanggalan Versi Calon Suami
Andi Darti kembali menegaskan bahwa Jesslyn akan segera menikah dengan Evan. Ia menjelaskan bahwa Jesslyn sudah tidak tinggal bersama orang tuanya selama 10 bulan terakhir dan memilih tinggal di apartemen di daerah Pluit.
Menurut Darti, Evan sempat mengantar Jesslyn membeli kue ulang tahun untuk neneknya pada Senin (13/7). Jesslyn awalnya tidak merespons undangan acara tersebut, namun kemudian memutuskan untuk hadir setelah dihubungi oleh teman dekatnya yang meneruskan undangan dari tantenya.
Evan mengantar Jesslyn ke restoran tersebut dan menunggu di dekat lokasi. Saksi-saksi di lokasi, termasuk kerabat, petugas parkir, dan pegawai restoran, menyebutkan bahwa Jesslyn dibawa secara paksa oleh orang tak dikenal. Disebutkan bahwa Jesslyn sempat memberontak dan berusaha meminta tolong.
Evan telah berupaya menghubungi Jesslyn melalui berbagai cara, termasuk telepon, email, dan media sosial, namun tidak mendapat respons. Ia juga meminta bantuan temannya untuk melacak posisi ponsel Jesslyn yang dilaporkan masih memancar dari rumah orang tuanya di Ancol.
Evan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan ikut serta dalam olah TKP. Namun, minimnya bukti rekaman CCTV lantaran perangkat yang rusak menimbulkan kecurigaan. Salah seorang pegawai restoran menyebutkan CCTV tidak berfungsi sejak tiga bulan lalu. Hal ini memunculkan dugaan adanya kerja sama antara pemilik restoran dengan pihak yang diduga melakukan perampasan kemerdekaan Jesslyn.
Ikuti Berita7
