Berita7.co.id — Lapas Kelas IIB Ciangir di Kabupaten Tangerang, Banten, menjalankan program pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan peternakan dan pertanian. Sejumlah napi dilatih mengurus sapi, kambing, ayam petelur, dan tanaman sayuran di area lapas.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga binaan aktif memandikan sapi, memberi pakan kambing, mengambil telur dari kandang ayam petelur, serta memanen timun dari kebun yang dikelola internal lapas.
Peserta Program dan Sistem Pengupahan
Kepala Kanwil Ditjenpas Banten, Lili, mengatakan ada 50 warga binaan yang saat ini mengikuti kegiatan tersebut. Angka itu nantinya akan ditambah 20 orang lagi setelah proses asesmen selesai.
“Ini ada 50 warga binaan di sini dan sudah diasesmen ketat, nanti juga akan ditambah 20 lagi warga binaan untuk bekerja di sini. Tentunya warga binaan bekerja di sini mendapat premi. Nah ini yang menjadi semangatnya warga binaan sehingga warga binaan itu mendapat premi sesuai dengan hasil kerjanya,”
Lili menjelaskan peserta dipilih berdasarkan asesmen ketat oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas). Asesmen mencakup penilaian minat dan kondisi emosional sehingga hanya narapidana dengan kriteria tertentu yang diikutkan.
Usaha Unggulan dan Jenis Produksi
Kepala Lapas Ciangir, Soeistanto Poedji Djatmiko atau Tanto, menyatakan peternakan menjadi salah satu usaha unggulan di lokasi. Selain ayam petelur, lapas juga membudidayakan ayam kampung, pembesaran sapi pedaging, serta domba.
Untuk kegiatan perkebunan, Tanto menyebut kebun lapas menanam timun, terong, pakcoy, bayam, dan memanfaatkan lahan persawahan yang luas.
“Untuk usaha unggulan yang ada di Lapas Terbuka, tentunya bisa kita lihat bareng-bareng tadi itu adalah ayam petelur. Terus kegiatan-kegiatan yang lain itu ada budidaya ayam kampung, terus ada pembesaran sapi pedaging, terus ada budidaya domba. Untuk perkebunannya itu ada perkebunan tadi bisa kita lihat bareng-bareng itu timun, satu lagi terong, yang di sebelah belakang ini mau kita pakai pakcoy, dan yang di bawah nanti juga bayam, dan paling luasnya itu kita di persawahan,”
Produksi dan Pemasaran
Tanto mengungkapkan produksi telur di Lapas Ciangir telah mencapai 860 kilogram per hari. Sebagian hasil produksi dikirim ke pihak luar, termasuk rencana suplai ke hotel di Kemayoran, Jakarta.
“Kalau yang dalam satu bulan, kalau kita ngitungnya per panen. Kalau untuk telur bisa dihitung satu bulan. Artinya telur ini per harinya itu saat ini sudah mencapai 860 kilogram,”
“Betul (disuplai ke hotel). Salah satunya itu hotel rencananya hotel yang ada di Kemayoran,”
Selain telur, produk ternak juga terserap pada momen tertentu. Menjelang Idul Adha, Lapas Ciangir melepas 25 ekor domba dan 11 ekor sapi hasil pembesaran.
“Untuk domba itu sama sapi sifatnya tahunan. Domba itu kita kemarin Idul Adha itu mengeluarkan ada sekitar 25 ekor. Untuk sapinya kemarin kita mengeluarkan itu ada sekitar 11 ekor,”
Ikuti Berita7.co.id
