Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami peran anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Iin Farihin, terkait kasus suap yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. KPK mengungkap bahwa Iin Farihin terindikasi intens berkomunikasi dengan HM Kunang, ayah dari Ade Kuswara.
Komunikasi Intens dan Dugaan Aliran Dana
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi adanya komunikasi intens antara Iin Farihin dan HM Kunang. “Betul (intens). Itu ada komunikasi-komunikasi (Iin Farihin dengan HM Kunang) yang kemudian juga kami capture yang tentunya dalam proses pemeriksaan kepada saksi itu juga akan diklarifikasi, akan didalami,” ujar Budi kepada wartawan pada Rabu (14/1/2026).
Menurut Budi, intensitas komunikasi tersebut diduga lantaran Iin Farihin memiliki keterikatan dengan sejumlah vendor atau penyedia barang dan jasa yang berpotensi menggarap proyek di Kabupaten Bekasi. KPK menduga Iin Farihin juga menerima aliran dana dari kasus ini.
“Diduga Iin ini juga terafiliasi dengan beberapa vendor, beberapa penyedia barang dan jasa yang juga mengerjakan sejumlah proyek di Bekasi. Termasuk nanti terkait dengan aliran-aliran uangnya tersebut,” jelas Budi.
Pemeriksaan Saksi Terkait Kasus Suap
Sebelumnya, Iin Farihin telah dipanggil dan diperiksa oleh KPK sebagai saksi dalam kasus suap Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Pemeriksaan tersebut difokuskan pada peran tersangka HM Kunang dalam pengelolaan pemerintahan di Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Diperiksa terkait dengan peran tersangka HMK, dalam pengelolaan pemerintahan di Pemkab Bekasi,” kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan pada Selasa (13/1).
Selain Iin Farihin, KPK juga telah memanggil dan memeriksa anggota DPRD Kabupaten Bekasi lainnya, Nyumarno. Nyumarno diperiksa pada Senin (12/1) di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Penyidik mendalami dugaan adanya aliran uang yang diterima oleh Nyumarno.
“Kepada saksi saudara NYO selaku anggota DPRD, itu juga pendalaman terkait dengan dugaan aliran uang kepada saksi dimaksud,” tutur Budi.
Kasus ini juga mencuat setelah adanya video yang menampilkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara meminta Rp 9,5 Miliar padahal proyek belum ada.





