Berita

KPK Tangkap Ketua PN Depok dan Pejabat PT KRB dalam OTT, Uang Ratusan Juta Disita

Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Depok, Jawa Barat. Tiga di antaranya merupakan pejabat dari Pengadilan Negeri (PN) Depok, termasuk sang Ketua PN, sementara empat lainnya berasal dari pihak perusahaan PT KRB.

Tujuh Orang Diamankan, Tiga dari PN Depok

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dalam operasi yang berlangsung pada Kamis (5/2/2026) malam, tim KPK berhasil mengamankan total tujuh orang. “Tiga orang dari pihak PN Depok, salah satunya Ketua Pengadilan Negeri. Kemudian empat orang lainnya, pihak-pihak dari PT KRB, salah satunya direkturnya,” ujar Budi di gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak yang diamankan dari PN Depok adalah Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan. Hingga sore hari, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh KPK.

Uang Ratusan Juta Rupiah Turut Disita

Selain mengamankan para terduga pelaku, tim KPK juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. KPK belum merinci lebih lanjut mengenai asal-usul dan tujuan pemberian uang tersebut.

Advertisement

Sebelumnya, Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Hery Supriyono telah membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang menjaring tiga pejabat PN Depok. “Info yang saya terima itu Wakil, Ketua, dan juru sita. Ada tiga orang,” kata Hery kepada wartawan saat menyambangi PN Depok, Jumat (6/2).

Dugaan Suap Pengurusan Perkara

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa OTT yang dilakukan pada Kamis (5/2) malam tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi. “Telah terjadi penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan, nanti kita lihat ya, ada delivery ya, apakah nanti itu bentuknya penyuapan atau pemerasan,” jelas Asep dalam konferensi pers di KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/2).

Advertisement