Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menganalisis laporan gratifikasi yang diajukan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terkait penggunaan fasilitas jet pribadi. Fasilitas tersebut diduga disediakan oleh mantan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) untuk keperluan peresmian gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Analisis Laporan Gratifikasi
Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Arif Waluyo, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap laporan tersebut. “Kita akan lakukan verifikasi dulu. Jadi verifikasi kemudian di termasuk kelengkapan-kelengkapan dokumennya yang memang diperlukan,” ujar Arif di gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).
Arif menjelaskan bahwa hasil analisis akan diumumkan dalam waktu 30 hari kerja setelah pelaporan. KPK akan menentukan status dari fasilitas jet pribadi yang digunakan Menag Nasaruddin saat menuju Takalar. “Nah nanti kita ada batas waktunya adalah 30 hari kerja untuk menetapkan statusnya menjadi apakah status itu milik negara atau milik penerima. Dan nantinya tentunya kalau nanti kemudian kita menetapkan SK harus misalkan untuk memberikan apa sebagai apa kompensasi atau uang pengganti nanti kita akan sampaikan secara SK-nya bahwa ‘oh ini harus diganti sekian gitu’. Dia harus menyampaikan itu. Gitu. Jadi riilnya gitu,” tuturnya.
Kronologi Pelaporan
Sebelumnya, Nasaruddin Umar melaporkan dugaan gratifikasi terkait penumpangan pesawat jet pribadi OSO menuju lokasi peresmian gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Nasaruddin melaporkan dugaan gratifikasi itu ke KPK.
“Saya datang ke sini untuk menyampaikan hal itu ya (menumpangi jet). Dan alhamdulillah sudah berjalan lancar,” kata Nasaruddin di gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (23/2).
Penjelasan Kemenag
Kementerian Agama (Kemenag) telah memberikan penjelasan mengenai penggunaan jet pribadi tersebut. Menurut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, jet tersebut disediakan oleh mantan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) yang merupakan penyelenggara acara.
“Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat,” sebut Thobib, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Kamis (19/2).
Thobib menambahkan, “Seluruh moda transportasi perjalanan disiapkan oleh penyelenggara.” Peresmian gedung Balai Sarkiah sendiri dilakukan pada Minggu (15/2). Gedung tersebut berlokasi di Kelurahan Sabintang dan berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan.





