Kosmetik Ilegal Yang Digerebek Dijual Bebas Secara Online

by -
Kosmetik Ilegal Yang Digerebek Dijual Bebas Secara Online
Penyidik dari BPOM Kepri sedang mendata produk-produk kosmetik Ilegal. (Foto: Agung Dedi Lazuardi/berita7)

berita7.co.id, Batam – Ribuan Kosmetik Ilegal yang berhasil digerebek oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri dan Komisi I DPRD Batam dikawasan Tiban Sekupang pada Rabu (30/10/2019). Diperjual belikan secara bebas melalui aplikasi belanja online Shoppe dengan nama akun toko NR Distributor Kosmetik dan Redvelvet untuk aksesoris.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu karyawan gudang tersebut, dia menjelaskan, bersama rekan-rekannya hanya ditugaskan untuk mengemas barang-barang orderan berdasarkan daftar yang diterima melalui kiriman ojek online.

“Kami cuma mengemas barang, sampai nanti dijemput ekspedisi, jadi gak pernah ketemu sama bos, pengelolaan akun juga gak disini,” Ujar salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga : BPOM Bersama Komisi 1 DPRD Batam Grebek Gudang Kosmetik Ilegal

Kata dia lagi, pemilik gudang sangat jarang datang kelokasi, bahkan jika dihitung, terkadang dua bulan sekali datang kegudang, namun kata dia, pemilik toko mempercayakan kepada salah seorang untuk memantau dan mengkoordinir gudang dengan inisial M.

“Yang sering datang si M itu aja, itupun gak lama disini,” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan Prakarsa menegaskan, bahwa seluruh kosmetik yang ada digudang tersebut dipastikan Ilegal, Selain mendata seluruh produk yang ada, pihaknya juga akan menulusuri pemilik gudang tersebut, untuk dimintai pertanggung jawabannya sesuai undang-undang yang berlaku.

“Pemilik masih didalami, karena rata-rata karyawannya semua masih baru. Dan penyidik sedang bekerja untuk bisa menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas kepemilikan barang-barang tersebut, sesuai undang-undang akan pemilik akan diancam 15 tahun penjara,” Ucapnya.

Tak hanya itu, Ketua Komisi I DPRD Batam dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada instansi terkait, guna mempertanyakan pengawasan serta penindakan terhadap barang-barang ilegal yang masuk ke Batam.

“Kami akan mengundang Bea dan Cukai, Kepolisian dan BPOM, untuk mempertanyakan seperti apa pengawasan yang dilakukan, sehingga barang-barang ini bisa lolos,” Tutupnya. (Agung Dedi Lazuardi)