Pasuruan, Jawa Timur – Konflik antara nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dengan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, memuncak dengan insiden pembakaran 11 perahu dan dua orang mengalami luka bacok. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026.
Perahu Dibakar dan Korban Terluka
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly menyatakan bahwa total 11 perahu dibakar dalam kericuhan tersebut. “Ada 10 perahu di sini (Pelabuhan Pasuruan), satu di Kisik,” ujar AKBP Titus Yudho Uly, dilansir detikJatim.
Sebanyak 10 perahu yang dibakar di pelabuhan diketahui milik nelayan Dusun Kisik, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga sedang. Sementara itu, satu perahu lainnya yang dibakar berlokasi di Dusun Kisik dan merupakan milik nelayan Kelurahan Ngemplakrejo. Kondisi perahu tersebut belum diketahui secara pasti.
Dalam rangkaian kejadian ini, dua orang dilaporkan mengalami luka bacok. Korban pertama adalah Moh Toha (32), warga Desa Kalirejo, yang mengalami luka pada bagian perut dan kepala. Korban kedua adalah Jefri Al Farisi (15), juga berasal dari Desa Kalirejo, yang mengalami luka bacok pada lengan tangan.
“Korban yang mengalami penganiayaan setelah dirawat di rumah sakit kondisinya sudah membaik dan sudah pulang,” terang AKBP Titus Yudho Uly.
Pengamanan dan Penyelidikan
Aparat kepolisian memberikan pengamanan kepada warga Desa Kalirejo yang mengambil perahu mereka yang diparkir di pelabuhan. Perahu-perahu yang diambil ini tidak termasuk dalam daftar yang dibakar. Perahu yang dibakar masih berada di lokasi kejadian dan telah dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
“Kita beri pelayanan dan pengamanan warga yang mengambil kapal. Tadi berjalan dengan lancar. Semua kapal milik nelayan Kalirejo sudah kita geser dari pelabuhan ke Kalirejo, untuk mencegah aksi-aksi yang tidak diinginkan,” jelas AKBP Titus Yudho Uly.



