— Pasar kripto mengalami tekanan signifikan pada Rabu, 8 Juli 2026, menyusul eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu gelombang reaksi di pasar energi dan valuta.

Bitcoin (BTC) tercatat turun, sementara harga minyak mentah melonjak dan dolar AS menguat, sehingga menciptakan tekanan tambahan pada aset-aset digital dan pasar berisiko lainnya.

Pergerakan Aset Kripto

Berdasarkan data perdagangan pada jam pasar Pasifik di Asia, Bitcoin sempat merosot ke level US$62.657, menandai penurunan hampir 1% sejak tengah malam UTC. Aset kripto besar lain seperti Ether (ETH), XRP, dan Solana (SOL) juga terkoreksi dengan penurunan berkisar 1% hingga 2,3%.

Lonjakan Minyak Dan Penguatan Dolar

Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah WTI naik lebih dari 2% ke level US$72,27 per barel pada hari yang sama. Indeks Dolar AS (DXY) bergerak kokoh di atas 101,00, mempertahankan penguatan yang diraih sejak awal pekan.

Gencatan Senjata Berada di Ujung Tanduk

Ketegangan meningkat setelah AS melancarkan serangan udara ke wilayah Iran, yang menurut pernyataan resmi merupakan respons atas penembakan tiga kapal dagang di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker milik Qatar dan Arab Saudi.

Iran merespons dengan klaim serangan balasan menargetkan 85 instalasi militer AS, termasuk aksi yang dilaporkan mengenai Provinsi Hormozgan dan Mahshahr. Perkembangan ini menempatkan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya ada di ambang pembatalan.

Bayang-Bayang Kenaikan Suku Bunga

Konflik yang berlanjut sejak akhir Februari 2026 sempat mendorong harga minyak menembus level di atas US$100 per barel dan memicu lonjakan inflasi global. Meski harga sempat turun ke bawah US$60, ekspektasi inflasi konsumen tetap meningkat.

Kenaikan ekspektasi inflasi menjadi perhatian bank-bank sentral, termasuk The Federal Reserve, yang berpotensi mempertahankan atau menaikkan suku bunga acuan. Kondisi moneter yang ketat cenderung mengurangi daya tarik aset berisiko seperti kripto karena investor mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih pasti, seperti obligasi pemerintah.

Sejak diadopsi secara luas oleh institusi, pergerakan harga kripto tidak lagi terlepas dari dinamika makroekonomi global. Ketegangan geopolitik di wilayah penghasil energi utama langsung berdampak pada harga komoditas, yang pada gilirannya memengaruhi kebijakan moneter dan alokasi modal investor.