Era digital telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pemantauan situasi wilayah dan tugas pertahanan. Pos-pos pertahanan kini semakin mengandalkan konektivitas digital dan teknologi modern untuk meningkatkan efektivitas dan responsivitas dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat rasa aman masyarakat. Sejumlah upaya digitalisasi mulai terlihat dalam kebijakan dan pengembangan teknologi di lingkungan pertahanan dan keamanan.
Digitalisasi Infrastruktur di Wilayah 3T
Pembangunan infrastruktur konektivitas digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) oleh pemerintah menjadi tulang punggung bagi peningkatan kapasitas sistem informasi dan komunikasi, termasuk untuk keperluan pertahanan dan keamanan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Nezar Patria, menjelaskan bahwa pembangunan struktur digital di wilayah 3T oleh BAKTI Komdigi berfokus pada empat sektor prioritas: pendidikan, kesehatan, layanan pemerintahan, serta termasuk pertahanan dan keamanan. “Pembangunan struktur digital di wilayah 3T oleh BAKTI Komdigi berfokus pada empat sektor prioritas, pendidikan, kesehatan, layanan, pemerintahan,serta termasuk pertahanan dan keamanan,” jelas Nezar Patria, dikutip dari laman Komdigi, Rabu (11/2/2026).
Pengembangan Alat Pemantauan Strategis
Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertahanan juga terlihat dari pengembangan alat pemantauan strategis. Salah satunya adalah Radar Coastal Surveillance yang diserahkan oleh Kementerian Pertahanan kepada TNI Angkatan Laut. Radar ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi, pemantauan, dan pengawasan wilayah laut nasional, sehingga tugas pengamanan laut dapat dilakukan lebih efisien dan akurat.
Ketahanan Pertahanan Nasional di Era Siber
Kepala Badan Pengembangan Kebijakan dan Teknologi Pertahanan Kemenhan, Ignatius Eko Djoko Purwanto, menekankan pentingnya digitalisasi dalam ketahanan pertahanan nasional di era siber. Ia berharap momen ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem litbang pertahanan yang kolaboratif, strategis, dan berorientasi pada hasil nyata bagi kekuatan TNI dan negara. “Kami berharap momen ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem litbang pertahanan yang kolaboratif, strategis, dan berorientasi pada hasil nyata bagi kekuatan TNI dan negara,” ujar Ignatius, dikutip dari situs Kemhan, Rabu (11/2).
Efisiensi dan Sinergi Melalui Digitalisasi
Efisiensi yang dihasilkan dari digitalisasi bukan hanya soal kecepatan akses informasi, tetapi juga efektivitas pengambilan keputusan. Ketika sistem digital dapat memantau kondisi wilayah secara real-time, koordinasi antar satuan menjadi lebih cepat, respons terhadap potensi gangguan dapat dilakukan lebih awal, dan sumber daya dapat dialokasikan secara lebih terukur. Digitalisasi juga membuka ruang bagi sinergi lebih luas antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Konektivitas yang kuat memungkinkan data situasi wilayah disampaikan dengan cepat dari pos-pos strategis ke pusat komando, sehingga langkah mitigasi dan perlindungan bisa dilakukan lebih dini.
Apresiasi Konektivitas Digital 2026
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital di daerah, detikcom menghadirkan Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Ajang penghargaan ini ditujukan bagi individu, komunitas, maupun lembaga yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam memperluas akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ajang ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan inovasi para penggerak komunitas digital sekaligus mendorong keterlibatan publik dalam memperkuat infrastruktur serta literasi digital hingga ke pelosok nusantara.
Periode pengajuan nominasi Apresiasi Konektivitas Digital 2026 berlangsung dari 15 November 2025 hingga 28 Februari 2026. Masyarakat dapat mengajukan nominasi secara daring melalui laman http://detik.com/apresiasikonektivitasdigital dengan mengisi formulir, melengkapi data diri, serta memilih kategori nominasi yang sesuai. Adapun daftar 13 nominasi dalam ajang ini adalah sebagai berikut:
- Provinsi Pendorong Ekonomi Digital
- Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital
- Kabupaten Pelopor UMKM Digital
- Desa Digital Unggulan
- BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital
- Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan
- Sekolah Teladan Digital
- Pos Pertahanan Pendukung Konektivitas Digital
- Individu Pegiat Literasi Digital di Desa
- Individu Pejuang Internet Masuk Desa
- Individu Konten Kreator Lokal Kreatif
- Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital
- Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat
Melalui ajang ini, detikcom mengajak masyarakat untuk turut mengenalkan sosok dan komunitas inspiratif di sekitarnya yang telah berkontribusi nyata dalam memperluas konektivitas serta membangun literasi digital di Indonesia.






