Berita

Komisi I DPR Dukung Pelatihan ASN Komcad, Ingatkan Pentingnya Perlindungan Karier

Advertisement

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menyatakan dukungan terhadap program pelatihan 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad). Program ini dipandang sebagai bentuk partisipasi sukarela warga negara dalam pertahanan negara.

Pendidikan Karakter dan Integritas Birokrasi

Menurut Sukamta, pelatihan Komcad bagi ASN bukan hanya soal pertahanan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter. Ia menekankan bahwa program ini dapat menanamkan disiplin, loyalitas pada kepentingan negara, serta nilai-nilai yang esensial untuk memperkuat integritas dan kinerja birokrasi.

Perlindungan Karier dan Hak Kepegawaian

Namun, Sukamta mengingatkan agar beberapa aspek krusial diperhatikan demi tercapainya tujuan program. Ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam mekanisme seleksi dan partisipasi untuk menjamin prinsip kesukarelaan. “Kedua, prosedur administratif harus jelas sehingga pelatihan tidak mengganggu karier, penilaian kinerja, maupun hak kepegawaian ASN. Perlindungan terhadap remunerasi, jenjang jabatan, dan evaluasi kerja selama masa pelatihan perlu diatur secara tegas,” ujar Sukamta kepada wartawan pada Kamis (12/2/2026).

Advertisement

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan bahwa dengan desain yang tertib secara hukum dan administratif, serta penguatan nilai etika publik, program Komcad ASN dapat berkontribusi pada pembangunan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan nasional. “Dengan desain yang tertib secara hukum dan administratif, serta penguatan nilai etika publik di dalam pelatihannya, Komcad ASN dapat menjadi langkah konstruktif dalam membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” tuturnya.

Fasilitas Pelatihan oleh TNI AD

Kementerian Pertahanan (Kemhan) diketahui tengah mempersiapkan program Komcad yang akan diikuti oleh 4.000 ASN. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi program pelatihan ini. “Ya kemungkinan besar begitu (menggunakan fasilitas TNI AD), cuma kebijakan ini saya kira dari Mabes TNI nanti,” ungkap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/2). Maruli menambahkan bahwa TNI AD memiliki fasilitas latihan yang memadai untuk mendukung program tersebut, meskipun detail mengenai jadwal pasti pelaksanaan pelatihan belum dirinci lebih lanjut.

Advertisement