Berita7 — JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkapkan bahwa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal untuk kawasan industri pabrik tahu di Jombang, Jawa Timur, dijadwalkan akan diresmikan pada bulan depan. KLH berharap pembangunan ini dapat menjadi contoh bagi industri lain dalam hal pengelolaan limbah.
Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH, Sigit Reliantoro, menyatakan harapannya pada acara Temu Lingkungan di kantor KLH, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/7/2026). “Mudah-mudahan di bulan, bulan depan ini sudah diresmikan oleh Pak Menteri (Jumhur Hidayat) kalau berkenan, sehingga kita bisa bercerita ke industri yang lain untuk meniru contoh pengelolaan di sana,” ujarnya.
Sigit menjelaskan bahwa pembangunan IPAL komunal di Jombang relatif lebih mudah karena hampir seluruh wilayah desa tersebut merupakan sentra industri rumahan tahu. KLH juga telah merancang sistem perpipaan khusus yang menghubungkan setiap rumah industri tahu langsung ke IPAL komunal.
“Nah, itu satu desa itu hampir semuanya industri rumahan tahu. Sehingga ini lebih gampang kita membangun IPAL komunalnya di daerah situ. Kita desain pipa-pipanya dari rumahnya ke lokasi itu (IPAL). Kebetulan desanya juga ini menyambut,” jelas Sigit.
Ia menambahkan bahwa KLH bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat dalam pembangunan IPAL ini, menekankan pentingnya pembinaan bagi para pengusaha. Sigit menilai bahwa penggabungan industri rumahan menjadi satu untuk dikelola melalui IPAL komunal jauh lebih efisien dan ekonomis.
“Jadi, kuncinya adalah membina mereka, menjadikan menjadi satu, dan kita bisa intervensi dengan IPAL komunal. Itu jauh lebih murah. Kemudian, dan tentu sebetulnya ini kerja sama dengan Pemda karena tugas utamanya sebetulnya Pemda,” tuturnya.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa terdapat 88 industri tahu di Kecamatan Jogoroto, Jombang, yang memproduksi ribuan liter limbah cair setiap hari. Limbah ini berdampak serius pada pencemaran Sungai Brantas, kualitas air, lahan pertanian, hingga kesehatan warga.
Dengan adanya IPAL Komunal yang mengolah limbah dari 88 usaha rumahan tersebut, kadar Biological Oxygen Demand (BOD) berhasil ditekan secara signifikan dari 4.200 kilogram per hari menjadi hanya 960 kilogram per hari. Hal ini diharapkan dapat membuat kualitas limbah yang dibuang menjadi lebih ramah lingkungan.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air, Tulus Laksono, dalam keterangannya pada Selasa (16/9/2025), menyatakan bahwa sentra tahu Jombang dipilih karena adanya laporan dari DLH Jombang yang membutuhkan solusi pengelolaan limbah. Upaya ini juga bertujuan untuk memperbaiki kualitas air Sungai Brantas, mengurangi gesekan horizontal, dan mendukung pengelolaan konservasi air tanah.
Ikuti Berita7
