Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Kezia Syifa dilaporkan telah bergabung dengan tentara Amerika Serikat (AS). Ibunda Kezia, Safitri, memberikan penjelasan mengenai status kewarganegaraan putrinya yang saat ini sedang dalam proses penyesuaian hukum di AS.
Proses Kewarganegaraan Masih Berjalan
Safitri menyatakan bahwa Kezia saat ini tengah menjalani proses sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Amerika Serikat. “Saat ini Syifa menjalani proses sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. (Kewarganegaraan) masih berproses sesuai hukum yang ada di negara US,” ujar Safitri kepada detikcom pada Jumat (23/1/2026).
Momen keluarga mengantar keberangkatan Kezia untuk bergabung dengan militer AS sempat viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat keluarga melepas Kezia di salah satu bandara di Amerika Serikat.
Keluarga Telah Tinggal di AS Sejak 2023
Safitri mengungkapkan bahwa keluarganya telah menetap di Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 2023. Kezia sendiri sempat menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di AS sebelum melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia menambahkan bahwa peran Kezia di Army National Guard Maryland bukanlah di garis depan pertahanan, melainkan di bagian administratif. Menurut Safitri, ketertarikan Kezia pada dunia militer didorong oleh keinginannya untuk mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengalaman kepemimpinan.
“Ketertarikan Syifa berawal dari keinginannya untuk mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengalaman kepemimpinan,” kata Safitri. “Keputusan tersebut juga dilatarbelakangi oleh kesempatan untuk belajar dan berkembang secara profesional, serta menambah wawasan dan pengalaman hidup. Keputusan ini merupakan pilihan pribadi yang telah dipertimbangkan dengan matang,” tambahnya.
Dukungan Penuh Keluarga
Saat ini, Kezia tengah melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi sembari menjalani tugas militernya. Keluarga menyatakan sepenuhnya menghormati dan mendukung keputusan Kezia untuk bergabung dengan militer AS.
“Sebagai keluarga, kami menghormati dan mendukung keputusan Syifa. Keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi yang telah dipertimbangkan secara matang dan disertai tanggung jawab,” pungkas Safitri.






