— Warga Kranji, Kota Bekasi, dibuat penasaran dengan kemunculan tanaman yang bentuknya menyerupai bunga bangkai. Tanaman yang tumbuh di pekarangan rumah warga itu menarik perhatian karena memiliki kelopak besar dan tampilan tak biasa, namun tidak mengeluarkan bau khas bunga bangkai.

Tanaman yang menyerupai bunga bangkai itu tampak tumbuh di sebuah pekarangan kontrakan warga di Jalan Lapangan Bola, Kranji, Kota Bekasi. Tanaman tersebut tumbuh berdekatan dengan tanaman lainnya. Sekilas, bentuknya memang mirip bunga bangkai, dengan kelopak berukuran besar dan batang bunga yang menjulang di bagian tengah. Meski begitu, tanaman tersebut tidak mengeluarkan bau busuk seperti bunga bangkai dan ukurannya pun tidak terlalu tinggi.

Pemilik tanaman, Warsini, mengatakan bahwa tanaman itu sebenarnya adalah pohon suweg. Bibitnya dibawa oleh suaminya, Juari, dari kampung halamannya di Pacitan, Jawa Timur, lalu ditanam di pekarangan rumah. “Itu ayahnya katanya nanam pohon suweg tuh. Bawa dari kampungnya Pacitan, Jawa Timur,” ujar Warsini saat ditemui di kediamannya, Kranji, Kota Bekasi.

Warsini menceritakan bahwa pohon itu ditanam oleh suaminya yang memang kerap menanam tanaman tersebut untuk dikonsumsi karena sejenis dengan talas. “Ya ini kan udah lama nanam, udah bertahun-tahun. Bawa dari kampung, Pacitan,” kata Warsini. Ia banyak menanam bibit pohon suweg, namun hanya satu pohon yang bunganya tumbuh mirip seperti bunga bangkai.

Bunga dari pohon suweg yang menyerupai bunga bangkai itu mulai terlihat dua minggu lalu. Sekitar 3-4 hari setelahnya, Warsini mulai melihat keunikan dari tanaman itu. Awalnya, muncul kuncup atau tunas muda dari pohon tersebut. Lama kelamaan, kuncup itu mekar dan menampakkan kelopak bunga yang lebar dengan batang bunga di bagian tengah. Sekilas, tanaman itu benar-benar memiliki bentuk mirip seperti bunga bangkai. “Udah dua mingguan sih saya melihatnya. Cuma mekarnya kan baru 3-4 hari kemarin. Mekar sendiri. Satu itu doang yang berbunga mah,” jelas Warsini.

Meski bentuk suweg menyerupai bunga bangkai, Warsini mengaku tidak mencium bau menyengat dari tanaman tersebut. Warsini memilih membiarkan tanaman itu tetap tumbuh meski kini ramai menjadi perhatian warga. “Nggak tahu sih. Orang di situ juga dekat sampah, ya bau nggak bau,” kata dia. “Diemin aja. Biarin aja dia hidup, ntar mati sendiri dia. Silakan aja ngelihat, orang kalau mau ini mah,” tuturnya.