— Bone – Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, menghadapi laporan polisi terkait dugaan tindakan kekerasan terhadap stafnya, Yuli Nofita Sari (29). Yuli melaporkan Andi Tenri karena diduga melemparkan kue ke wajahnya.

Menurut Yuli, momen kejadian tersebut sangat mengecewakan karena tidak ada satu pun orang di sekitarnya yang memberikan pertolongan. “Paling bikin kecewa, laki-laki banyak di lokasi kejadian. Tetapi tidak ada satu pun bersikap manusiawi untuk hentikan saat saya dilempar dan disiram,” ungkap Yuli.

Kejadian ini berlangsung di kantin DPRD Bone, di mana saat itu hadir pula banyak pejabat dan staf lainnya. Yuli menyatakan bahwa tidak ada yang berusaha melerai aksi Ketua DPRD.

“Banyak sekali orang saat itu, ada kabag dan ada juga staf. Cuma yang saya ingat hanya beberapa saja, seperti Andi Ikbal Baso (Kabag Fasilitasi DPRD), Andi Zulfikar Efendy (Kasubag Rumah Tangga DPRD), dan Andi Juanda Putra (Ajudan Ketua DPRD),” sebut Yuli merinci beberapa orang yang ia ingat berada di lokasi.

Yuli Nofita Sari, yang berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, menegaskan penolakannya untuk berdamai. Ia juga telah melaporkan insiden tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone terkait dugaan pelanggaran kode etik.

“Ada mi beberapa yang mediasi, tapi saya tidak mau damai. Saya mau melapor ke BK soal kode etiknya, baru sementara disusun kuasa hukumku,” ujar Yuli, menunjukkan keseriusannya dalam menindaklanjuti laporan ini.