Berita

Ketua DPD Usulkan Pilkada Gubernur Tak Langsung, Sebut Biaya Politik Terlalu Tinggi

Advertisement

Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamuddin, mengemukakan pandangan pribadinya mengenai wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ia menyatakan bahwa DPD belum mengambil sikap resmi terkait isu ini, namun secara personal, Sultan mengusulkan agar pemilihan gubernur tidak lagi dilakukan secara langsung oleh rakyat.

“Terkait dengan isu-isu Pilkada, kami tidak bisa serta merta memutuskan bahwa ini yang pilihan kita karena kami pasti akan mendengar kembali suara-suara masyarakat daerah, kemudian apa yang terbaik terkait dengan pilihan-pilihan ini,” ujar Sultan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).

Sultan menyoroti tingginya biaya politik di Indonesia. Ia bahkan pernah mengusulkan agar sistem pemilihan kepala daerah secara langsung dikaji ulang. “Kita very high cost politics, mulai dari DPRD, provinsi, kabupaten, kota, pilkada bupati, wali kota, gubernur, bahkan presiden. Mungkin termahal di dunia. Nah, atas dasar pengalaman empiris berkali-kali ikut pemilu, memang saya membuat buku waktu itu sebaiknya memang pilkada langsung atau demokrasi langsung itu ditinjau ulang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sultan mengusulkan agar pemilihan gubernur dilakukan secara tidak langsung. Ia menekankan bahwa usulan ini bersifat pribadi dan bukan merupakan sikap resmi DPD RI. “Nah, secara pribadi saya pernah mengatakan bahwa kalau mau titik tengahnya itu mungkin provinsi. Nah, kalau provinsi itu tidak langsung rasionalisasinya masih bisa dimungkinkan lebih gampang. Karena apa? Karena sebagai wakil pemerintah pusat di daerah itu adalah provinsi,” jelas Sultan.

Advertisement

Ia menambahkan, “Jadi, guna memudahkan koordinasi ke depan ada baiknya atau memungkinkan untuk Pilkada provinsi atau gubernur mungkin tidak perlu dipilih langsung. Tapi atas nama demokrasi tidak bisa juga tidak dipilih langsung semua. Makanya ada Pilkada bupati, wali kota. Tapi lagi-lagi itu ide pribadi. Secara kelembagaan kami belum putuskan.”

Simak juga video terkait wacana ini:

[Gambas:Video 20detik]

Advertisement