Berita7 — Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan pengembangan Ruas Jalan Nasional Serdang–Bojonegara–Merak di Kabupaten Serang, Banten, menjadi empat lajur. Rencana ini bertujuan meningkatkan konektivitas kawasan industri, pelabuhan, dan permukiman di provinsi tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan yang dimaksud pada Senin (6/7) malam. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan penanganan jalan strategis berjalan optimal sebagai tahap awal sebelum pelebaran dilaksanakan.
Skema Penanganan dan Luas Pekerjaan
Ruas Serdang–Bojonegara–Merak memiliki panjang total 31,42 kilometer, dengan penanganan saat ini sepanjang 18,93 kilometer. Pekerjaan dilaksanakan melalui skema multiyears contract TA 2025–2027 dengan anggaran sebesar Rp138 miliar.
Pekerjaan yang tengah berjalan mencakup rekonstruksi permukaan jalan menggunakan rigid pavement setebal 30 cm. Pelaksana memanfaatkan ruang sempadan jalan sekitar 1 meter di masing-masing sisi untuk meningkatkan daya dukung terhadap lalu lintas kendaraan berat.
Rencana Pengembangan 4 Lajur
Menteri Dody menjelaskan pengembangan menjadi empat lajur direncanakan untuk sekitar 10 kilometer, mulai dari Simpang Seruni hingga Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ). Ia mengatakan penanganan saat ini merupakan langkah awal sebelum pelebaran dilanjutkan.
“Dari hasil diskusi dengan Pak Gubernur dan Pak Wakil Bupati, kami berharap ruas ini nantinya dapat ditingkatkan menjadi empat lajur. Pemerintah Provinsi Banten sedang menyusun Detailed Engineering Design (DED), selanjutnya Kementerian PU akan menyiapkan skema pendanaannya, sementara pemerintah daerah mendukung penyiapan lahannya sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan,”
Ia menambahkan peningkatan kapasitas jalan tidak hanya mendukung aktivitas kawasan industri, tetapi juga untuk memastikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Yang paling penting, masyarakat tetap menjadi prioritas. Anak-anak yang berangkat ke sekolah, masyarakat yang menuju rumah sakit maupun pengguna jalan lainnya harus tetap dapat beraktivitas dengan aman. Di sisi lain, kawasan industri juga harus terus bergerak agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Banten,”
Respons Pemerintah Provinsi
Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik respons Kementerian PU atas usulan pelebaran ruas yang menjadi akses utama kawasan industri, pelabuhan, pertambangan, dan permukiman. Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan DED yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Andra menilai kondisi jalan saat ini tidak memadai untuk mendukung kawasan industri dan mobilitas masyarakat, sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku industri agar proyek dapat segera direalisasikan.
Melalui kombinasi penanganan preservasi yang sedang berjalan dan rencana pengembangan ruas, Kementerian PU bersama Pemerintah Provinsi Banten berupaya memperlancar distribusi logistik, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut.
Ikuti Berita7
