Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) angkat bicara mengenai isu viral terkait lamaran kerja yang datanya dapat diakses publik. Pihak Komdigi menyatakan bahwa permasalahan ini sedang dalam penanganan internal.
Sorotan Anggota DPR
Isu ini pertama kali mencuat dalam rapat dengar pendapat (RDP) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026). Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menyoroti sebuah unggahan viral yang membahas proses pendaftaran kerja di Komdigi. Unggahan tersebut mengungkap bahwa seluruh data pelamar dapat terbaca oleh publik melalui situs web Komdigi.
“Dia membongkar begitu yang mau mengajukan lowongan kerja atau apa sebagai peminat, lowongan kerja kalau nggak salah ya. Nah, dia memasukkan ke website , ternyata didapat website-nya Komdigi itu semua pelamar dan seluruh data-datanya bisa terbaca,” ujar Nurul Arifin dalam rapat tersebut.
Akses Google Drive yang Tidak Terbatas
Lebih lanjut, unggahan viral tersebut menjelaskan bahwa lowongan kerja Komdigi yang dimaksud mencantumkan tautan ke Google Drive untuk pengumpulan persyaratan. Namun, isi data pelamar yang diunggah ke Google Drive tersebut dapat dilihat oleh siapa saja karena aksesnya tidak dibatasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait perlindungan data pribadi, yang seharusnya menjadi prioritas Komdigi.
Tanggapan Komdigi
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, mengakui masukan tersebut dan menyatakan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Komdigi perlu ditingkatkan. Mengenai masalah lowongan kerja yang datanya bocor, Ismail menegaskan bahwa penanganan sedang dilakukan secara internal.
“Mungkin hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini, saat ini sudah sedang ditangani secara internal dan prosesnya Pak Irjen sendiri sudah turun untuk melakukan review terhadap hal-hal yang kalau misalnya terjadi kesalahan prosedur,” jelas Ismail.






